Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Sulit Dicari, MinyaKita Tak Lagi Jadi Andalan Pedagang di Sangatta

Redaksi by Redaksi
18 Juli 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Sulit Dicari, MinyaKita Tak Lagi Jadi Andalan Pedagang di Sangatta
2
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp
Post Views: 1

SANGATTA – Minyak goreng rakyat bermerek MinyaKita dilaporkan mulai sulit ditemukan di sejumlah toko dan pasar di wilayah Sangatta, Kabupaten Kutai Timur. Kondisi tersebut membuat para pedagang dan masyarakat beralih menggunakan minyak goreng merek lain yang lebih mudah diperoleh di pasaran.

Salah seorang pedagang sayur di kawasan Swargabara, Sarah, mengaku sudah cukup lama tidak mendapatkan pasokan MinyaKita dari distributor maupun toko langganannya. Akibatnya, ia memilih menjual sekaligus menggunakan minyak goreng merek lain seperti Rose Brand dan beberapa produk komersial lainnya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Sudah beberapa waktu ini MinyaKita susah dicari. Kalau pun ada, cepat sekali habis. Jadi kami lebih memilih menjual minyak merek lain seperti Rose Brand karena stoknya lebih mudah didapat,” ujar Sarah saat ditemui di lapaknya.

Menurutnya, sebagian besar pembeli awalnya masih mencari MinyaKita karena harganya relatif lebih terjangkau. Namun, karena stok yang terus kosong, masyarakat mulai menerima alternatif merek lain meski harus mengeluarkan biaya lebih besar.

Sarah mengatakan kondisi tersebut tidak hanya dirasakan dirinya, tetapi juga sejumlah pedagang lain di kawasan Swargabara. Mereka mengaku pasokan MinyaKita belum kembali normal sehingga pilihan yang tersedia hanya minyak goreng kemasan premium.

“Konsumen biasanya tetap bertanya apakah ada MinyaKita. Tapi karena tidak ada, akhirnya mereka membeli merek lain. Yang penting tetap bisa memasak,” katanya.

Fenomena kelangkaan MinyaKita sendiri juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Pemerintah pusat menyebut distribusi menjadi salah satu penyebab terbatasnya pasokan di sejumlah wilayah. Ombudsman RI juga menemukan MinyaKita sulit diperoleh di beberapa pasar dan harganya di sejumlah daerah melampaui harga eceran tertinggi (HET).

Di Kutai Timur, persoalan pasokan minyak goreng sebelumnya juga sempat menjadi perhatian pemerintah daerah. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur pernah melakukan inspeksi ke sejumlah distributor menyusul laporan tersendatnya distribusi minyak goreng di Sangatta.

Para pedagang berharap distribusi MinyaKita dapat kembali normal dalam waktu dekat sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan minyak goreng dengan harga yang terjangkau. Selain itu, mereka juga meminta pemerintah terus melakukan pengawasan terhadap rantai distribusi agar pasokan tidak kembali mengalami kelangkaan.

Redaksi

Redaksi

Next Post
Bunga Bangkai Mekar di Panorama 197 Swargabara, Warga Heboh karena Dikerubuti Lalat

Bunga Bangkai Mekar di Panorama 197 Swargabara, Warga Heboh karena Dikerubuti Lalat

BPK Mulai Audit LKPD Kutim 2025, Pemkab Dorong Tata Kelola Keuangan Lebih Baik

BPK Mulai Audit LKPD Kutim 2025, Pemkab Dorong Tata Kelola Keuangan Lebih Baik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved