Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

Kutim Perkuat Ketahanan Keluarga, Lindungi Anak dari Asap Rokok

Perlindungan anak dimulai dari lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan mereka, yakni keluarga. Rumah yang bebas asap rokok, pola pengasuhan tanpa kekerasan, komunikasi yang hangat hingga tersedianya ruang publik yang aman menjadi bagian penting dalam membentuk generasi sehat secara fisik maupun mental. Pesan inilah yang mengemuka dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Kabupaten Kutai Timur.

WebNesia by WebNesia
25 Juli 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Kutim Perkuat Ketahanan Keluarga, Lindungi Anak dari Asap Rokok
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA — Rumah semestinya menjadi tempat paling aman bagi seorang anak. Bukan hanya terlindung dari kekerasan dan tekanan psikologis, tetapi juga dari berbagai ancaman kesehatan yang kerap dianggap sepele, salah satunya paparan asap rokok.

Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Talkshow “Sekolah Seru Mimpiku Melaju #AmandiSekolah” pada rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Kutai Timur (Kutim) di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sabtu (25/7/2026).

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan upaya melindungi anak harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Orang tua memiliki peran besar dalam menciptakan suasana rumah yang sehat dan mendukung proses tumbuh kembang anak.

Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah tidak merokok di sekitar anak. Sebab, anak yang berada dekat dengan perokok dapat ikut terpapar asap meskipun tidak pernah mengisap rokok secara langsung.

“Perlindungan terhadap anak harus kita mulai dari keluarga. Kita ingin anak-anak Kutai Timur tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan tidak terus-menerus terpapar asap rokok, baik ketika berada di rumah maupun saat menggunakan fasilitas umum,” kata Ardiansyah.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan sehat merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas hidup generasi muda sejak dini. Kesadaran tersebut juga perlu dibangun bersama agar perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan kebiasaan yang tumbuh di tengah masyarakat.

Komitmen menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi anak juga diarahkan ke ruang publik. Pemkab Kutim tengah merencanakan pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) ramah anak dan keluarga secara bertahap di kecamatan.

Ruang tersebut diharapkan menjadi tempat bagi anak dan keluarga untuk bermain, berinteraksi serta melakukan aktivitas bersama dalam lingkungan yang hijau, aman dan sehat. Konsep ruang publik ramah anak juga diarahkan untuk mendukung terciptanya kawasan yang terbebas dari paparan asap rokok.

Namun, lingkungan sehat bukan hanya menyangkut kondisi fisik. Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto mengingatkan pentingnya kesehatan mental dan emosional dalam membangun ketahanan anak.

Menurut Kak Seto, pola pengasuhan yang menggunakan kekerasan, ancaman maupun tekanan psikologis dapat memberikan dampak terhadap perkembangan anak. Karena itu, komunikasi yang hangat dan rasa aman harus dibangun, baik di rumah maupun lingkungan sekolah.

“Anak membutuhkan lingkungan yang sehat secara fisik sekaligus emosional. Mereka perlu senyum, komunikasi yang baik dan perasaan aman. Ketika anak merasa nyaman berada di rumah maupun sekolah, fondasi mental dan ketahanan keluarganya akan menjadi lebih kuat,” tutur Kak Seto.

Pandangan mengenai pentingnya lingkungan ramah anak turut diperkuat Fasilitator Nasional Sekolah Ramah Anak (SRA) Baharuddin. Rumah dan sekolah dinilai memiliki peran yang saling melengkapi karena sebagian besar kehidupan anak berlangsung di dua lingkungan tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim Idham Chalid mengatakan penguatan ketahanan keluarga dan perlindungan kesehatan anak terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut melibatkan perangkat daerah terkait, termasuk sektor kesehatan, pendidikan hingga organisasi kemasyarakatan.

Langkah itu semakin diperkuat dengan penetapan Bupati Kutim dan Bunda PAUD Kutim Siti Robiah sebagai Duta Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya). Gerakan tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai pola pengasuhan yang penuh kasih sayang sekaligus membangun keluarga yang sehat secara jasmani dan tangguh secara emosional.

Pada akhirnya, membangun Generasi Emas 2045 bukan hanya berbicara tentang pendidikan dan prestasi. Fondasinya justru tumbuh dari hal-hal yang dilakukan setiap hari: rumah yang sehat, udara yang bersih, komunikasi tanpa kekerasan serta orang dewasa yang bersedia mendengar suara anak. Dari lingkungan keluarga yang aman dan penuh kasih itulah masa depan anak-anak Kutai Timur mulai dibentuk. (ADV/ProkopimKutim/BK)

 

Post Views: 445
WebNesia

WebNesia

Next Post
Kutim Merajut Keberagaman, FPK Menjaga Harmoni di Tengah Masyarakat Multikultur

Kutim Merajut Keberagaman, FPK Menjaga Harmoni di Tengah Masyarakat Multikultur

TPK Kutim Bergerak dari Rumah ke Rumah, Perkuat Upaya Cegah Stunting Sejak Dini

TPK Kutim Bergerak dari Rumah ke Rumah, Perkuat Upaya Cegah Stunting Sejak Dini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved