Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

Dapur Stunting Singa Gembara, Dari Menu Bergizi Menuju Zero Stunting

Singa Gembara membawa Dapur Stunting sebagai salah satu inovasi unggulan dalam Penilaian Desa Berkinerja Baik P3S 2026 tingkat Kalimantan Timur. Bukan hanya memasak dan membagikan makanan, dapur ini menjadi ruang gotong royong untuk memperbaiki gizi sekaligus mengubah pola asuh keluarga.

Redaksi by Redaksi
25 Agustus 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Dapur Stunting Singa Gembara, Dari Menu Bergizi Menuju Zero Stunting
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA – Aroma masakan dari Dapur Stunting di Desa Singa Gembara membawa misi yang jauh lebih besar daripada sekadar mengenyangkan perut anak. Dari dapur sederhana inilah pemerintah desa bersama kader, masyarakat hingga dunia usaha mencoba mengejar satu harapan: semakin sedikit anak mengalami stunting, bahkan menuntaskannya pada 2027.

Inovasi tersebut menjadi salah satu program yang diandalkan Desa Singa Gembara saat mewakili Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam Penilaian Desa Berkinerja Baik dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala Desa Singa Gembara Hamriani Kassa memaparkan langsung berbagai program dan capaian desa di hadapan tim penilai Pemprov Kaltim melalui pertemuan daring dari Ruang Rapat Kantor Diskominfo Staper Kutim, belum lama ini.

Menurut Hamriani, konsep Dapur Stunting sejak awal memang tidak dirancang hanya sebagai tempat mengolah Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Program tersebut sekaligus menjadi jalan untuk mengajak keluarga memahami kebutuhan gizi dan pola pengasuhan anak.

“Inovasi Dapur Stunting kami lahir dari semangat bersama untuk memberikan penanganan gizi yang komprehensif. Melalui wadah ini, kami tidak hanya memasak makanan tambahan, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar terjadi perubahan pola asuh gizi di tingkat keluarga,” kata Hamriani.

Menariknya, gagasan itu tumbuh melalui pembicaraan bersama masyarakat. Musyawarah digelar dari tingkat dusun dan RT dengan melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengurus RT serta tokoh masyarakat. Dari sana, persoalan stunting tidak lagi ditempatkan semata sebagai urusan tenaga kesehatan, tetapi menjadi pekerjaan bersama.

Keseriusan itu kemudian diperkuat melalui penerbitan Surat Keputusan Penunjukan Pengelola Dapur Stunting. Lima kader dipercaya menjalankan operasional dengan pembagian tugas mulai pengolahan bahan hingga mengantarkan makanan langsung ke rumah anak sasaran.

“Kami menerbitkan SK Penunjukan Pengelola Dapur Stunting agar tim memiliki payung hukum yang jelas. Hal ini menjadi bentuk komitmen dan kepastian dalam pengelolaan program secara berkelanjutan di desa kami,” jelasnya.

Menu yang disajikan juga tidak disusun sembarangan. Kader menggunakan pedoman ahli gizi Puskesmas Teluk Lingga dan berusaha memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar, termasuk hasil Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan kegiatan Dasawisma.

Gerakan tersebut kemudian mendapat tambahan tenaga melalui kolaborasi dengan dunia usaha. PT Pama Persada Nusantara dan PT United Tractors (UT) ikut memberikan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, terutama untuk PMT di Posyandu.

Pemerintah desa pun menyediakan dukungan melalui APBDes 2025 dan 2026 pada bidang kesehatan dan pendidikan. Dana RT sebesar Rp250 juta per tahun juga diarahkan agar sedikitnya 1 persen dapat digunakan pada RT yang memiliki warga sasaran stunting.

Kerja yang dilakukan dari rumah ke rumah itu mulai memperlihatkan hasil. Data desa mencatat prevalensi stunting yang sebelumnya berada pada 26,45 persen pada Juli turun menjadi 16,69 persen pada akhir Desember 2025.

Pergerakan jumlah anak stunting juga terus dipantau. Tercatat 35 anak pada September, kemudian turun menjadi 21 anak pada Oktober. Angkanya sempat menjadi 22 anak pada November, sebelum kembali menurun menjadi 16 anak pada Desember.

Bagi Hamriani, angka-angka tersebut bukan alasan untuk mengendurkan langkah. Justru hasil itu menjadi penyemangat agar intervensi dilakukan lebih konsisten, terlebih perubahan perilaku keluarga membutuhkan proses yang tidak singkat.

“Melihat tren penurunan yang sangat positif ini, kami optimis dan berkomitmen penuh untuk terus melanjutkan intervensi konvergensi P3S secara berkesinambungan hingga mewujudkan target zero stunting di Desa Singa Gembara pada 2027 mendatang,” tuturnya.

Keikutsertaan dalam penilaian tingkat Kaltim akhirnya bukan semata mengejar predikat terbaik. Singa Gembara membawa pengalaman bahwa penanganan stunting dapat dimulai dari sesuatu yang dekat dengan keseharian warga: dapur, makanan, perhatian kepada anak, serta kesediaan banyak pihak untuk bergerak bersama.

Jika konsistensi tersebut terus terjaga, Dapur Stunting bukan hanya menjadi tempat makanan bergizi disiapkan setiap hari. Dari sana, harapan agar anak-anak Singa Gembara tumbuh lebih sehat sedang dirawat sedikit demi sedikit, menuju desa tanpa stunting pada 2027. (ADV/ProkopimKutim)

 

Post Views: 301
Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
Air Laut Masuk Sungai Sangatta, Intake Kabo Masih Aman

Air Laut Masuk Sungai Sangatta, Intake Kabo Masih Aman

Komite Gender Diperkuat, Ruang Aman Pekerja Perempuan Jadi Perhatian

Komite Gender Diperkuat, Ruang Aman Pekerja Perempuan Jadi Perhatian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved