Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara DPRD Kutai Timur

Daftar Sekolah Gratis, Tapi Anak Masih Tak Bisa Sekolah? Ini yang Dilakukan Wakil Rakyat di Kutai Timur

Redaksi by Redaksi
17 November 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Daftar Sekolah Gratis, Tapi Anak Masih Tak Bisa Sekolah? Ini yang Dilakukan Wakil Rakyat di Kutai Timur
307
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA — Di tengah kebijakan pemerintah daerah yang telah menggratiskan biaya pendaftaran sekolah, kenyataan di lapangan kadang masih menyisakan tantangan. Banyak keluarga di pedesaan tetap kesulitan membiayai kebutuhan sekolah anak. Mulai dari seragam, buku, hingga perlengkapan harian. Namun, di Kutai Timur, sejumlah langkah konkret mulai menunjukkan dampak nyata.

Ramadhani, Anggota DPRD Komisi D Kutai Timur, mengungkapkan bahwa ia secara aktif mengalokasikan anggaran untuk membantu anak-anak yang terancam putus sekolah karena faktor ekonomi. “Ketika ada anak yang tidak sekolah karena biaya, itu kan ada beasiswa, dan beasiswa itu 1 juta lah, dan uang itu hanya untuk keperluannya dia. Baju dapat, buku dapat,” katanya di Sangatta.

Meski mengakui bahwa datanya terbatas pada pemilihnya sendiri, Ramadhani menegaskan prinsip dasarnya adalah bantuan pendidikan harus berlaku untuk semua. “Saya setiap kali reses saya selalu bilang, Untuk ini ya, karena yang saya punya data kan data pemilih saya aja. Kalau untuk yang lain kan saya nggak tau. Tapi ini berlaku untuk semua,” ujarnya.

Di daerah pemilihannya, kebijakan ini diterapkan secara aktif. Ia bahkan mendaftarkan seluruh anak usia sekolah dasar dan menengah pertama melalui timnya. “Tapi kalau di pemilih saya, itu saya berlakukan semua untuk semua tim saya. Saya daftarkan semua untuk sekolah SD dan SMP,” tambahnya.

Langkah ini relevan mengingat data Badan Pusat Statistik menunjukkan rata-rata lama sekolah di daerah perkotaan masih 2,5 tahun lebih tinggi dibandingkan di daerah pedesaan. Ketimpangan akses pendidikan menjadi pengingat bahwa kebijakan gratis pendaftaran saja belum cukup tanpa dukungan pendampingan dan bantuan operasional.

Pakar pendidikan Sari Mustafah menilai pendekatan seperti ini penting. “Pemerataan biaya pendidikan bukan sekadar masalah keadilan sosial, melainkan investasi strategis untuk mencegah hilangnya potensi anak bangsa hanya karena faktor ekonomi,” ujarnya.

Dengan anggaran yang jelas dan pendekatan inklusif, upaya Ramadhani menunjukkan bagaimana wakil rakyat bisa hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat kampanye, tapi juga dalam memastikan hak dasar anak atas pendidikan tetap terpenuhi. (ADV)

 

Redaksi

Redaksi

Next Post
Kutim Perkuat Tim Percepatan Stunting, Data Jadi Kunci Intervensi Tepat Sasaran

Kutim Perkuat Tim Percepatan Stunting, Data Jadi Kunci Intervensi Tepat Sasaran

Bupati Kutim Bukakan Jalan Menuju Pesisir Timur, Sandaran dan Tanjung Mangkalihat

Bupati Kutim Bukakan Jalan Menuju Pesisir Timur, Sandaran dan Tanjung Mangkalihat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved