JAKARTA – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam mengembangkan tata kelola zakat berbasis teknologi digital kembali menuai pengakuan nasional. Dalam ajang BAZNAS Awards 2025 yang digelar di Mercure Hotel Ancol, Jakarta, Bupati Kutim H. Ardiansyah Sulaiman menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah Pendukung Digitalisasi Zakat dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad sebagai bentuk apresiasi atas upaya berkelanjutan Pemkab Kutim dalam membangun sistem pengelolaan zakat yang modern, transparan, dan akuntabel selama empat tahun terakhir.
“Penghargaan ini diberikan karena Kutim sudah empat tahun konsisten melakukan digitalisasi dalam pengelolaan zakat. Secara manfaat dan capaian, Kutim bahkan mencatat pemasukan zakat tertinggi di Kalimantan Timur,” ujar Prof. Noor Achmad.
Sistem digitalisasi zakat yang diterapkan Kutim tak hanya mempermudah penghimpunan dana zakat dari para muzakki, tetapi juga mempercepat proses penyaluran kepada mustahik dengan prinsip transparansi dan efisiensi. Keberhasilan ini menjadikan Kutim sebagai salah satu daerah percontohan dalam tata kelola zakat berbasis teknologi di tingkat nasional.
Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan tersebut. Menurutnya, digitalisasi zakat bukan sekadar soal efisiensi, tetapi tentang membangun kepercayaan publik terhadap lembaga zakat sebagai bagian dari ekosistem kesejahteraan umat.
“Kami bersyukur atas penghargaan ini. Ke depan, kami akan terus memperkuat sistem digitalisasi dan mendorong kolaborasi BAZNAS Kutim dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan-perusahaan di daerah,” ujarnya seusai menerima penghargaan.
Ia menilai, kemitraan strategis antara BAZNAS, dunia usaha, dan lembaga keuangan akan memperluas dampak sosial dari pengelolaan zakat. Melalui pemanfaatan teknologi digital, zakat tidak hanya menjadi instrumen ibadah, tetapi juga pendorong pembangunan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kutim yang selama ini menjadi tulang punggung penghimpunan zakat daerah.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK, karena 99 persen zakat yang diterima BAZNAS Kutim berasal dari mereka. Ini bukti nyata kesadaran dan keikhlasan para ASN kita,” tutur Ardiansyah.
Keberhasilan Kutim dalam digitalisasi zakat menjadi cermin bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur dan investasi, tetapi juga dari modernisasi nilai-nilai spiritual dan sosial.
Penghargaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk menempuh langkah serupa — mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai keagamaan guna mewujudkan tata kelola zakat yang efisien, transparan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan visi yang inklusif dan pendekatan berbasis inovasi, Kutai Timur kini tak hanya dikenal sebagai daerah industri dan energi, tetapi juga sebagai teladan nasional dalam memadukan iman, teknologi, dan kemanusiaan. (ADV/ProkopimKutim/BK)


