Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Kutai Timur

Tua Muda Dipastikan Mendapatkan Hak Hidup Sehat dan Sejahtera di Kutim

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim) memprioritaskan dua program strategis: pemberdayaan kelompok lansia melalui "Sekolah Lansia" dan percepatan penurunan keluarga berisiko stunting. Upaya ini difokuskan di Sangatta Utara dan Bengalon melalui kolaborasi lintas sektoral yang kuat.

Redaksi by Redaksi
14 November 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Tua Muda Dipastikan Mendapatkan Hak Hidup Sehat dan Sejahtera di Kutim
280
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim saat ini menggerakkan dua program krusial yang saling mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kepala DPPKB Kutim Achmad Junaidi menyampaikan hal ini saat diwawancarai awak media baru-baru ini.

Program utama dinas tersebut mencakup pemberdayaan kelompok lanjut usia (lansia) dan percepatan penurunan angka keluarga berisiko stunting di Kutim.

Junaidi menjelaskan bahwa program Sekolah Lansia menjadi jawaban untuk memberdayakan kelompok usia 40 tahun ke atas. Program ini dirancang untuk memastikan para lansia merasa bangga dan bahagia di usia mereka, mengingat ketiadaan aktivitas sering menjadi masalah utama. Program yang berlangsung setahun ini diisi dengan senam, kesenian, dan pelatihan keterampilan, yang diakhiri dengan proses wisuda.

Pelaksanaan Sekolah Lansia merupakan kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, memanfaatkan lembaga non-formal seperti PKBM. Para guru dan pamong bertindak sebagai pelatih, bahkan memberdayakan alat laboratorium untuk meningkatkan keterampilan peserta. Harapannya, setelah lulus, para lansia ini dapat memanfaatkan keterampilan yang mereka miliki.

Di sisi lain, DPPKB Kutim serius menggarap upaya pencegahan stunting dari hulu. Junaidi mengungkapkan bahwa targetnya adalah menurunkan kasus keluarga berisiko stunting dari 19.000 menjadi 11.000, sesuai Peraturan Bupati. Saat ini, prevalensi stunting Kutim berada di angka 26%, dan DPPKB menargetkan penurunan hingga 24% atau lebih. Dua kecamatan, Sangatta Utara dan Bengalon, diidentifikasi sebagai penyumbang terbesar risiko stunting.

Untuk mempercepat penurunan tersebut, dinas melakukan intervensi dengan menganalisis data Keluarga Berisiko Stunting (KRS), khususnya terkait faktor “4T” (Terlalu Dekat, Terlalu Muda, Terlalu Banyak, dan Terlalu Tua). Junaidi memaparkan bahwa jarak usia anak yang terlalu dekat sering menjadi pemicu risiko, karena urusan keluarga dan pendidikan anak menjadi kurang terurus.

DPPKB mendorong edukasi kepada masyarakat melalui tim pendamping keluarga agar beralih dari penggunaan KB tradisional ke KB modern.

Junaidi menegaskan bahwa upaya penurunan risiko stunting harus ditempuh melalui kolaborasi lintas Perangkat Daerah (PD). Salah satu solusi fisik utama adalah program pengadaan 1.000 Rumah Layak Huni (RLH), yang menjamin sanitasi dan sirkulasi udara yang baik. DPPKB berusaha memastikan keluarga yang berisiko stunting masuk dalam prioritas pembangunan RLH ini.

Kolaborasi juga terjadi pada pemenuhan kebutuhan dasar lainnya. Direktur PDAM telah berkomitmen menyediakan pemasangan air bersih secara gratis bagi seluruh masyarakat yang masuk dalam golongan Desil 1 hingga 4 (40% keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah). Selain itu, Distransnaker turut berkontribusi melalui program pembukaan 50.000 lowongan kerja. Junaidi berharap sinergi antar-PD yang kuat dapat mempercepat penurunan angka keluarga berisiko stunting di Kutim. (ADV/ProkopimKutim/BK)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Kutim Bidik Lompatan Ekonomi Lewat Industri Kimia dan Jalur Udara

Kutim Bidik Lompatan Ekonomi Lewat Industri Kimia dan Jalur Udara

Germas Sandaran Jadi Panggung Lawan TBC

Germas Sandaran Jadi Panggung Lawan TBC

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved