SANGATTA – Bupati Kutai Timur, H. Ardiansyah Sulaiman, melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) modern di Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan. TPU ini dirancang sebagai kompleks pemakaman terpadu pertama di Kutim, dengan kapasitas menampung antara 7.500 hingga 8.000 makam, dan diproyeksikan akan melayani kebutuhan warga Sangatta Utara dan Selatan selama 20 tahun ke depan.
Lahan seluas 7,5 hektare ini dibagi menjadi dua bagian: 5 hektare untuk umat Islam dan 2,5 hektare untuk non-Muslim. “Selama ini, pemakaman dikelola secara pribadi tanpa regulasi yang jelas. TPU ini akan ditata dan dikelola oleh UPT Pertamanan dan Pemakaman,” kata Ardiansyah.
Keunggulan TPU ini terletak pada pengelolaannya yang profesional dan transparan, tanpa pungutan retribusi. Seluruh proses pemakaman, termasuk penyediaan nisan seragam dan fasilitas umum, sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah daerah.
“Tidak ada retribusi pemakaman. Semua fasilitas disediakan dengan luas makam yang sudah diatur, agar tertata rapi,” tegasnya.
Kompleks TPU modern ini juga dilengkapi dengan musala, kantor pengelola, toilet umum, rumah jaga, ruang pertemuan kecil, serta akses listrik dan air bersih. Proyek ini menelan anggaran sekitar Rp 19 miliar, mencakup pembebasan lahan, pematangan kawasan, serta pembangunan infrastruktur pendukung. Bupati berharap TPU ini sudah bisa beroperasi pada Desember 2025.
Lebih dari sekadar proyek fisik, TPU ini adalah bagian dari kebijakan Pemkab Kutim dalam menata tata ruang dan kawasan permukiman. Sangatta sebagai pusat pemerintahan diarahkan untuk menjadi kota yang tertib, modern, dan manusiawi, menyediakan tempat peristirahatan terakhir yang layak bagi seluruh warga.
Bupati Ardiansyah menekankan bahwa TPU modern bukan hanya tempat untuk jenazah, tetapi simbol penghormatan terhadap kemanusiaan.
“Pembangunan bukan hanya soal fisik, tetapi juga penghormatan terakhir yang layak bagi setiap manusia,” ucapnya.
Dengan hadirnya TPU modern ini, Kutai Timur menandai sebuah babak baru dalam manajemen perkotaan yang lebih beradab, mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan dan keberadaban dalam setiap aspek pembangunan. (ADV/ProkopimKutim/BK)


