Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Kutai Timur

Tiga Agenda Ardiansyah untuk Senyiur: Dari Rapat Koperasi ke Panggung Pembangunan Desa

Redaksi by Redaksi
21 November 2025
Reading Time: 1 min read
0
Tiga Agenda Ardiansyah untuk Senyiur: Dari Rapat Koperasi ke Panggung Pembangunan Desa
464
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

MUARA ANCALONG – Di sebuah pagi tenang di Desa Senyiur, langkah para petani sawit dan anggota koperasi beriring menuju balai pertemuan. Di tempat itu, Koperasi Perkebunan Rukmana Sari menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT), forum rutin yang biasanya identik dengan angka neraca dan laporan usaha. Tahun ini, suasana sedikit berbeda. RAT menjelma menjadi panggung arah kebijakan pembangunan pedalaman Kutai Timur.

Bupati Kutai Timur H Ardiansyah Sulaiman hadir bersama Ketua TP PKK Hj Siti Robiah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Teguh Budi Santoso, serta Camat Muara Ancalong M Harun Al Rasyid. Kehadiran rombongan pejabat itu menggeser atmosfer RAT dari sekadar agenda internal menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan basis ekonomi rakyat.

Agenda pertama yang ia tekankan adalah penguatan sumber daya manusia lokal. Perusahaan yang beroperasi di sekitar Senyiur diminta menjadikan warga sebagai prioritas utama dalam rekrutmen tenaga kerja. Di tengah dominasi kebun sawit dan bisnis penunjangnya, pesan itu menjadi kritik halus agar investasi tidak berujung pada marjinalisasi penduduk asli.

Agenda kedua menyasar jantung kelembagaan koperasi. Ardiansyah mengingatkan Koperasi Rukmana Sari untuk tetap menjadi model koperasi yang sehat: transparan, akuntabel, dan partisipatif. Koperasi, katanya, bukan sekadar badan usaha, melainkan wadah praktik gotong royong, keadilan, dan musyawarah yang merekatkan warga.

Agenda ketiga menyentuh persoalan klasik pedalaman: infrastruktur. Jalan poros Kelinjau–Senyiur, lebih dari 20 kilometer, dijanjikan diperbaiki lewat skema tahun jamak hingga 2028. Jalan ini menjadi urat nadi distribusi hasil kebun dan akses warga ke layanan dasar di kecamatan. Kerusakan jalan berarti ongkos logistik naik dan harga jual hasil pertanian tertekan. (ADV/ProkopimKutim/BK)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Dari Senyiur, Rukmana Sari Meneguhkan Peran Koperasi Sawit Rakyat

Dari Senyiur, Rukmana Sari Meneguhkan Peran Koperasi Sawit Rakyat

Warung Makan Nur, Simbol Babak Baru Teluk Sangkima

Warung Makan Nur, Simbol Babak Baru Teluk Sangkima

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved