SANGATTA SELATAN – Di Dusun Tanah Datar, Desa Teluk Sangkima, sebuah pintu kayu dibuka pelan oleh Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi. Gerakan sederhana itu menandai resminya Warung Makan Nur, sekaligus babak baru geliat ekonomi di kawasan yang dulu kerap dicap tertinggal.
Grand opening warung milik Abas itu berlangsung hangat. Warga berbaur dengan perwakilan PT Pertamina Field Teluk Sangkima, diiringi alunan musik hadroh yang menggema di halaman sederhana. Di tengah kerumunan, Abas beberapa kali menyalami tamu undangan.
Ia menyebut kehadiran wakil bupati sebagai bentuk penguatan moral bagi pelaku usaha kecil di kampungnya. “Semoga membawa berkah bagi usaha kami dan masyarakat Tanah Datar,” ujarnya.
Mahyunadi dalam sambutannya mengingatkan kembali citra lama Tanah Datar: wilayah yang dulu masuk kategori tertinggal. Kini, menurutnya, gambaran itu perlahan memudar. Bertambahnya usaha kuliner, perbaikan akses, dan meningkatnya aktivitas ekonomi disebut sebagai tanda perubahan.
“Sejarah Tanah Datar sebagai daerah tertinggal pelan-pelan kita tinggalkan. Kemajuannya sekarang jelas terlihat,” kata Mahyunadi.
Ia menekankan, Warung Makan Nur tidak sekadar tempat singgah untuk makan siang, melainkan simpul baru perputaran uang di tingkat lokal. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mendorong UKM agar tumbuh merata hingga ke dusun.
Usai peresmian, acara berlanjut dengan makan bersama. Pejabat, perwakilan perusahaan, dan warga duduk semeja. Di antara piring dan gelas yang tersusun, mengalir obrolan ringan tentang usaha, pendidikan anak, hingga rencana pengembangan desa. Keakraban itu menjadi penanda lain bahwa kemajuan Tanah Datar lahir dari kerja bersama banyak pihak. (ADV/ProkopimKutim/BK)


