
SANGATTA – Untuk memastikan percepatan pembangunan daerah dapat terlaksana secara optimal, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur terus memantau ketat tahapan penyerapan anggaran yang bernilai signifikan. Anggaran senilai Rp9,89 triliun saat ini berada dalam tahap transisi krusial, dimana proses-proses prosedural menjadi penentu utama efisiensi realisasi program.
H. Ardiansyah, Ketua Bidang Pembangunan DPRD Kutai Timur dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), memberikan klarifikasi mengenai status anggaran tersebut. Ia menilai adanya langkah-langkah persiapan yang sistematis menjadi kunci optimisme penyerapan.
Fokus pada Persiapan Tender dan Kegiatan Strategis
Ardiansyah memaparkan bahwa anggaran senilai Rp9,89 triliun tersebut belum sepenuhnya siap dicairkan, dengan pengecualian beberapa kegiatan yang memiliki mekanisme pengadaan yang lebih sederhana. Pihaknya mengklarifikasi status kegiatan tersebut:
“Kalau untuk anggaran Rp 9,89 triliun saat ini yang masih belum siap, hanya mungkin kegiatan PL,” ujar H. Ardiansyah.
Sementara itu, untuk proyek-proyek besar yang memerlukan proses lelang, tahapan procedural sudah mulai diakselerasi. Upaya persiapan menuju pelelangan telah dimulai untuk memangkas waktu dan mempercepat penyerapan anggaran di kemudian hari. Ardiansyah memastikan, “Kalau untuk yang lelang ini masih dalam tahap proses, ada sudah persiapan untuk tender,”.
Manajemen Berkelanjutan untuk Kegiatan Anggaran Sebelumnya
Di samping mempersiapkan kegiatan baru, Komisi C juga menyoroti adanya manajemen yang berkelanjutan terhadap program yang berasal dari periode anggaran sebelumnya. Realisasi anggaran untuk kegiatan tersebut, termasuk proses pembayarannya, masih berjalan, menunjukkan komitmen terhadap penyelesaian kegiatan lama sebelum fokus penuh pada program baru.
“Dan kegiatan yang lalu juga ada masih berjalan, contohnya kegiatan yang lalu masih berlaku atau belum terbayarkan, nah ini masih berjalan ini,” tutur legislator itu kepada awak media.
Dengan memperhitungkan progres pada kegiatan lama yang masih berjalan dan persiapan tender yang matang untuk kegiatan baru, H. Ardiansyah menyimpulkan bahwa penyerapan anggaran secara keseluruhan diproyeksikan dapat berjalan sesuai rencana. Keyakinan ini didasarkan pada proses-proses yang sedang berlangsung yang akan segera mencapai tahap realisasi. “Jadi untuk proses penyerapannya insyaallah bisa,” tandasnya. (ADV)


