
SANGATTA – Proses seleksi penerima Anugerah Kebudayaan Kutai Timur memasuki tahap akhir setelah melalui kurasi berlapis selama beberapa bulan terakhir. Sebanyak delapan budayawan telah dinyatakan lolos, terpilih dari 16–17 peserta yang sebelumnya mendaftar. Keputusan ini disampaikan Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan Kutim, Fadliansyah Budi, usai Upacara HUT Kutim 2025.
Meski sudah mengantongi nama-nama penerima, Fadliansyah menegaskan bahwa identitas kedelapan budayawan tersebut belum akan diumumkan hingga acara resmi digelar. “Nama-namanya masih akan kami rahasiakan,” ujarnya.
Tahap seleksi dimulai dari proses pendaftaran yang menunjukkan antusiasme tinggi para pelaku budaya. “Dari kemarin itu yang mengikuti itu sekitar 16-17 orang,” jelasnya. Setiap kandidat mengirimkan dokumen administrasi dan portofolio sebagai syarat awal. “Yang mengirimkan bekas dokumen dan lain-lain,” tambahnya.
Tahapan paling krusial adalah visitasi lapangan yang melibatkan tim independen dari tingkat provinsi. Tim tersebut mengecek kesesuaian dokumen dengan aktivitas nyata para calon, memastikan bahwa proses seleksi benar-benar berbasis bukti. “Setelah divisitasi oleh tim dari provinsi,” kata Fadliansyah.
Hasil verifikasi mendalam itu kemudian mengerucut pada delapan nama. “Terpilihlah 8 orang nanti,” ujarnya.
Anugerah Kebudayaan Kutim 2025 dijadwalkan berlangsung pada pertengahan November. Penghargaan ini diharapkan menjadi bukti bahwa pemerintah daerah serius memberi ruang apresiasi bagi pelaku budaya. Selain itu, model seleksi yang transparan dan menggunakan mekanisme visitasi langsung dinilai memperkuat kredibilitas proses penilaian.
Dengan dukungan pemerintah serta partisipasi aktif para pelaku budaya, Kutai Timur menargetkan lahirnya lebih banyak figur pelestari budaya yang mampu menjaga kesinambungan tradisi dan memperkaya identitas daerah. (ADV)


