Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

Selebrasi Pakenoq Tawai: Merayakan Tradisi di Tengah Globalisasi

Semangat pelestarian budaya Dayak Kenyah Lepoq Bem terus berkobar di Kutai Timur melalui acara adat Pakenoq Tawai. Acara ini tidak hanya menjadi simbol pemersatu, tetapi juga penjaga identitas budaya yang tetap relevan di era globalisasi.

Redaksi by Redaksi
1 November 2025
Reading Time: 1 min read
0
Selebrasi Pakenoq Tawai: Merayakan Tradisi di Tengah Globalisasi
224
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp
Post Views: 1

SANGATTA – Dalam suasana yang penuh semangat, acara adat Pakenoq Tawai digelar di Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, mengingatkan kita akan pentingnya merawat warisan leluhur di tengah perubahan zaman. Acara yang diselenggarakan di Jalan Poros Sangatta-Bontang Kilometer 17 ini dikenal dengan kemeriahan dan nuansa adat yang kental.

Salah satu momen paling dinanti adalah penampilan Tari Laki Demanei, sebuah tarian perang yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga mengisahkan cinta sejati, kesetiaan, dan keberanian. Tarian ini menggambarkan kisah heroik sepasang kekasih yang berjuang mempertahankan cinta mereka, menjadi metafora bagi nilai-nilai luhur yang ingin ditanamkan kepada generasi penerus.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, dalam sambutannya, menegaskan pentingnya melestarikan tradisi ini.

“Tradisi ini adalah identitas kita. Budaya Dayak Kenyah harus terus dilestarikan, karena di dalamnya tersimpan nilai-nilai luhur tentang keberanian, cinta, dan kebersamaan,” ujarnya, menegaskan komitmen kolektif untuk menjaga warisan budaya.

Kehadiran tokoh-tokoh adat, seperti Kepala Desa Sangkima dan Ketua Kerukunan Dayak Kenyah Lepoq Bem, dalam setiap penyelenggaraan acara menunjukkan bahwa Pakenoq Tawai telah menjadi perekat sosial yang kuat. Acara ini berfungsi sebagai wahana edukasi publik yang hidup, menjembatani generasi tua dan muda.

Pada akhirnya, Pakenoq Tawai lebih dari sekadar seremonial; ia adalah napas yang menjaga warisan nenek moyang agar tidak punah ditelan zaman. Di tengah gempuran budaya modern, komitmen untuk terus menghidupkan tradisi ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa kearifan lokal, nilai-nilai kebersamaan, dan kisah heroik seperti dalam Tari Laki Demanei akan tetap hidup dalam ingatan kolektif masyarakat Kutai Timur. Melestarikannya adalah tanggung jawab kita bersama untuk warisan bangsa di masa depan. (ADV/ProkopimKutim/BK)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Sinergi Strategis: Pemkab Kutim dan Bea Cukai Tingkatkan Ekspor Produk Daerah

Sinergi Strategis: Pemkab Kutim dan Bea Cukai Tingkatkan Ekspor Produk Daerah

Tanam Pohon Ulin di Arboretum: Komitmen Kutim Hijaukan Lahan Bekas Tambang

Tanam Pohon Ulin di Arboretum: Komitmen Kutim Hijaukan Lahan Bekas Tambang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved