Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Kominfo Kutim

Sangatta Utara Dominasi Kasus Keluarga Berisiko, Pemkab Fokus pada Pencegahan Stunting Berbasis 4T

Redaksi by Redaksi
10 November 2025
Reading Time: 1 min read
0
Sangatta Utara Dominasi Kasus Keluarga Berisiko, Pemkab Fokus pada Pencegahan Stunting Berbasis 4T
287
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Kutai Timur – Data terbaru menunjukkan Kecamatan Sangatta Utara memiliki jumlah keluarga berisiko stunting terbesar di Kabupaten Kutai Timur, mencapai sekitar 3.800 keluarga. Angka tersebut menempatkan Sangatta Utara sebagai lokasi prioritas intervensi penurunan stunting, diikuti Kecamatan Bengalon.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Achmad Junaidi, menegaskan bahwa pendataan dilakukan tanpa pengecualian, termasuk warga pendatang. 

“Walaupun seseorang bukan warga Kutim asli, jika sudah berdomisili di sini lebih dari enam bulan, tetap kita data dalam aplikasi. Kita tidak boleh diskriminatif dalam pelayanan,” katanya.

Setiap keluarga berisiko kemudian dimasukkan dalam sistem pendampingan melalui TPK, PLKB, dan Posyandu. Langkah ini dilakukan agar intervensi bisa lebih terarah, terutama dalam pemenuhan gizi anak dan edukasi pola hidup sehat.

Menurut Junaidi, penyebab risiko stunting tidak hanya terkait gizi buruk, tetapi juga dipengaruhi faktor pasangan usia subur (PUS) yang masuk kategori 4T, yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jarak kelahiran, dan terlalu banyak anak. Karena itu, pemerintah terus mendorong edukasi KB modern untuk memperbaiki kualitas keluarga.

Dari sisi lingkungan, pemerintah juga memperhatikan kondisi sanitasi dan akses air bersih. Faktor ini dianggap berperan besar dalam mencegah infeksi dan gangguan kesehatan pada anak yang berpotensi memicu stunting.

Upaya ini sejalan dengan program Seribu Rumah Layak Huni yang diarahkan untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal keluarga berisiko. Selain itu, koordinasi erat dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan memastikan anak tetap mendapatkan akses layanan dasar. (ADV)

Redaksi

Redaksi

Next Post
DPPKB Kutim Siap Wujudkan 50 Program Bupati Melalui Kolaborasi dan Data Akurat

DPPKB Kutim Siap Wujudkan 50 Program Bupati Melalui Kolaborasi dan Data Akurat

Penurunan Stunting di Kutim Capai 26 Persen, DPPKB Tekankan Kolaborasi sebagai Kunci Utama

Penurunan Stunting di Kutim Capai 26 Persen, DPPKB Tekankan Kolaborasi sebagai Kunci Utama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved