
SANGATTA—Rencana pengembangan Pasar Induk Sangatta terus digodok. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tengah menyiapkan pengembangan Pasar Induk Sangatta untuk meningkatkan pelayanan publik dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Rencana ini mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Kutai Timur, khususnya Komisi C yang membidangi pembangunan dan infrastruktur. Anggota Komisi C DPRD Kutim, Kari Palimbong, menegaskan bahwa pengembangan Pasar Induk Sangatta merupakan hal yang tidak bisa dihindari mengingat terus bertambahnya jumlah penduduk dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.
Pasar induk wajib beradaptasi
Kari Palimbong menekankan bahwa sebagai pusat aktivitas ekonomi dan layanan publik, pasar induk harus terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Bukan hanya dari sisi fisik dan kapasitas bangunan, tetapi juga dari aspek kebersihan, kenyamanan, dan keamanan.
“Ya pasti ada pengembangan. Ya kan, kan setiap tahun kan jumlah penduduk bertambah ini,” ujarnya. “Karena itu kan pusat layanan masyarakat ya, jadi harus ada pengembangan,” lanjut Kari.
Saat ini, Pasar Induk Sangatta menjadi salah satu titik sentral perputaran ekonomi di Kutim. Namun, kondisi bangunan yang mulai padat dan sejumlah fasilitas yang dianggap kurang memadai menjadi sorotan masyarakat dan pedagang.
DPRD dorong percepatan dan prioritas anggaran
Kari Palimbong menyebut bahwa Komisi C siap mendorong percepatan perencanaan dan penganggaran pengembangan pasar melalui pembahasan di DPRD. Hal ini termasuk mengawal agar program ini masuk dalam prioritas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun depan.
“Kita mendorong agar pengembangan ini tidak sekadar wacana, tapi bisa terealisasi. Karena ini menyangkut kepentingan banyak orang, bukan hanya pedagang, tapi juga konsumen dan masyarakat umum,” tegasnya.
Dinas terkait juga diminta segera melakukan kajian teknis dan konsultasi publik agar proses perencanaan dapat berjalan transparan dan sesuai kebutuhan riil di lapangan. Dengan pengembangan ini, diharapkan Pasar Induk Sangatta dapat menjadi ruang ekonomi yang lebih representatif dan mampu menampung pertumbuhan jumlah pedagang maupun pengunjung dari tahun ke tahun. (ADV)


