Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

Mengabdi di Desa: 58 Mahasiswa STIPER Kutim Dilepas untuk Inovasi Pertanian

Sebanyak 58 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kutai Timur resmi dilepas untuk menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 45 hari. Dengan misi membawa inovasi pertanian berkelanjutan, mereka siap menjembatani ilmu kampus dengan realitas desa. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan pemerintah dalam membangun sektor pertanian yang tangguh dan ramah lingkungan.

Redaksi by Redaksi
6 November 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Mengabdi di Desa: 58 Mahasiswa STIPER Kutim Dilepas untuk Inovasi Pertanian
355
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp
Post Views: 1

SANGATTA – Sebanyak 58 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kutai Timur (Kutim) resmi dilepas untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 45 hari. Mereka membawa misi pengabdian masyarakat sekaligus inovasi pertanian berkelanjutan, berfungsi sebagai jembatan antara ilmu kampus dan realitas desa. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, dalam acara pelepasan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah untuk membangun sektor pertanian yang tangguh dan ramah lingkungan.

Dua kecamatan, yakni Karangan dan Kaliorang, menjadi lokasi pengabdian mereka. Kedua wilayah ini tidak sembarangan, karena menyimpan potensi serta tantangan dalam sektor pertanian, lingkungan hidup, dan penguatan desa. Di sinilah para mahasiswa STIPER akan menguji kompetensi, menerapkan teori, dan merajut kedekatan sosial dengan masyarakat.

Prosesi pelepasan ditandai dengan penyematan jaket almamater oleh Asisten Pemkesra Seskab Kutim, Poniso Suryo Renggono, yang mewakili Bupati. Dalam pidatonya yang penuh motivasi, Poniso menekankan pentingnya karakter dan integritas dalam menjalankan pengabdian.

“Berpikirlah positif, bertindaklah positif, maka hasilnya pun akan positif. Apa yang kita tampilkan dari perilaku dan perkataan mencerminkan kualitas diri serta kesiapan untuk memimpin di masa depan,” ujarnya di hadapan mahasiswa dan dosen STIPER.

Ketua STIPER Kutim, Ismail Fahmi Almadi, berharap mahasiswa mampu menjadi agen perubahan. Mereka tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga membangun hubungan emosional dan menyumbangkan gagasan serta aksi nyata untuk masyarakat.

“Kehadiran mereka di desa menjadi kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat setempat,” ungkap Ismail.

Sebelum diberangkatkan, para peserta telah mengikuti pembekalan selama tiga hari di kampus STIPER yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta, Sangatta. Mereka dilatih untuk menghadapi realitas sosial, menyusun program kerja, memahami pendekatan partisipatif, dan menjaga etika dalam berinteraksi di komunitas desa.

Program KKN akan berlangsung dari 29 Juli hingga 10 September 2025. Selama periode ini, mereka akan terlibat dalam pelatihan pertanian berkelanjutan, edukasi lingkungan, pemberdayaan UMKM, hingga penguatan kelembagaan desa. Kegiatan ini tidak hanya sekadar tinggal, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan warga.

Pemkab Kutim menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Pemerintah berharap kehadiran mahasiswa membawa semangat akademik dan solusi konkret atas berbagai tantangan lokal. KKN berfungsi sebagai jembatan antara kampus dan desa, serta antara ilmu dan kebutuhan nyata masyarakat. Di tengah isu-isu global dan tantangan pembangunan lokal, kehadiran mahasiswa STIPER menjadi bagian penting dari investasi sosial, menyemai pemimpin masa depan yang berakar pada kenyataan.

“Atas nama Pemkab Kutim, kami mengucapkan selamat mengabdi kepada seluruh mahasiswa STIPER. Semoga setiap langkah, ilmu, dan tenaga yang kalian curahkan menjadi bagian dari pembangunan daerah,” tutup Poniso.

Di ladang-ladang dan ruang-ruang diskusi warga, para mahasiswa itu akan meninggalkan jejak. Bukan sekadar catatan akademik, tetapi kisah tentang kepedulian, komitmen, dan kontribusi nyata untuk Kutim. Sebuah perjalanan lintas ruang dan kesadaran, dari kampus ke desa, dari teori ke pengabdian. (ADV/ProkopimKutim/BK)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Kutim di Paritrana Award: Keadilan Sosial Harus Menjangkau Semua Pekerja

Kutim di Paritrana Award: Keadilan Sosial Harus Menjangkau Semua Pekerja

Kampung Dongeng Sangatta: Menanamkan Nilai Karakter Anak melalui Dongeng Ceria

Kampung Dongeng Sangatta: Menanamkan Nilai Karakter Anak melalui Dongeng Ceria

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved