Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

Menembus Jarak, Bidan Kutim Kawal Kesehatan Ibu dan Anak

Di wilayah seluas Kutai Timur, pengabdian bidan kerap berarti menembus jarak dan keterbatasan demi memastikan ibu dan anak mendapatkan pelayanan kesehatan. Memperingati 75 tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Wakil Bupati Kutim Mahyunadi memberikan apresiasi kepada para bidan sekaligus mendorong peningkatan kompetensi dan pemerataan pelayanan hingga pelosok sebagai bagian dari menyiapkan Generasi Emas 2045.

Redaksi by Redaksi
1 Agustus 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Menembus Jarak, Bidan Kutim Kawal Kesehatan Ibu dan Anak
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA — Peran bidan tidak berhenti di ruang persalinan. Mereka mendampingi ibu sejak masa kehamilan, membantu kelahiran, memantau kesehatan bayi hingga mengawal tumbuh kembang anak pada periode penting 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Peran panjang tersebut mendapat apresiasi Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kutim di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Sabtu (1/8/2026).

Hadir dalam kegiatan itu Plt Kepala DPPKB Kutim Yuriansyah, Kepala RSUD Kudungga Muhammad Yusuf, perwakilan perusahaan, TP PKK Kutim, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ketua Cabang IBI Kutim Yuliana Kala Lembang serta pengurus dan anggota IBI dari berbagai kecamatan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, kami mengucapkan selamat HUT ke-75 IBI. Semoga organisasi ini semakin solid, profesional dan mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi tanpa meninggalkan perannya sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu, bayi, anak dan keluarga,” ujar Mahyunadi.

Menurutnya, perjalanan IBI selama 75 tahun mencerminkan pengabdian panjang profesi bidan kepada masyarakat. Peran tersebut semakin penting di Kutim mengingat luas wilayah dan kondisi geografis yang membuat akses pelayanan kesehatan tidak selalu mudah.

Di desa dan kawasan terpencil, bidan bahkan menjadi salah satu tenaga kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Mereka bukan hanya memberikan pelayanan kebidanan, tetapi juga memberikan edukasi, melakukan deteksi dini terhadap risiko kesehatan dan mendorong perubahan perilaku hidup sehat.

Mahyunadi mengatakan tantangan kesehatan ke depan juga semakin kompleks. Penurunan angka kematian ibu dan bayi, pencegahan stunting, penyakit tidak menular, ancaman penyakit menular baru hingga transformasi pelayanan berbasis digital membutuhkan tenaga kesehatan yang terus meningkatkan kemampuan.

Karena itu, peningkatan kompetensi bidan harus berjalan beriringan dengan pemerataan tenaga kesehatan hingga wilayah pedalaman.

“Bidan memiliki posisi penting sejak seorang ibu menjalani masa kehamilan hingga anak melewati fase awal pertumbuhannya. Dari proses itulah fondasi generasi Kutim yang sehat, cerdas, tangguh dan mampu bersaing mulai dibangun,” katanya.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap pencegahan stunting. Mahyunadi mendorong intervensi dilakukan sedini mungkin, termasuk sejak masa kehamilan, sehingga risiko gangguan pertumbuhan anak dapat dikenali dan ditangani lebih cepat.

Pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan turut didorong. Meski demikian, Mahyunadi mengingatkan bahwa perkembangan teknologi tidak boleh membuat pelayanan kehilangan sisi kemanusiaannya.

“Teknologi boleh semakin canggih, tetapi empati, komunikasi yang baik dan pelayanan yang humanis tetap harus menjadi kekuatan seorang bidan ketika berhadapan dengan masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah daerah, lanjut Mahyunadi, akan terus mendorong pemerataan tenaga bidan, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan, terutama bagi mereka yang menjalankan tugas di wilayah dengan tantangan akses. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat juga diperlukan agar kualitas layanan semakin merata.

Sementara itu, Ketua Cabang IBI Kutim Yuliana Kala Lembang mengatakan peringatan HUT ke-75 menjadi momentum memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya bidan.

“Kegiatan ini menjadi ruang mempererat silaturahmi antaranggota sekaligus menjalankan program organisasi. Yang tidak kalah penting, kami ingin momentum ini ikut mendorong peningkatan kapasitas bidan di seluruh wilayah Kutim,” ujar Yuliana.

Sebelum puncak peringatan, rangkaian kegiatan telah dilaksanakan di 22 ranting IBI. Kegiatannya antara lain program OPOR selama Ramadan, bakti sosial berupa deteksi dini kanker serta lomba video edukasi kesehatan untuk masyarakat.

Sekitar 150 bidan dari 22 ranting mengikuti rangkaian peringatan tahun ini. Beberapa perwakilan tidak dapat hadir langsung pada acara puncak karena persoalan jarak dan akses, namun tetap terlibat dalam kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Pada acara puncak, IBI Kutim juga memberikan penghargaan kepada mitra dan ranting yang aktif menjalankan kegiatan sosial serta edukasi kesehatan. Seminar peningkatan kapasitas tenaga kebidanan turut digelar sebagai bagian dari penguatan kompetensi anggota.

Memasuki usia 75 tahun, tantangan profesi bidan tentu ikut berubah. Namun, satu hal tetap sama: kehadiran mereka masih sangat dibutuhkan, terlebih di daerah yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan. Dari kota hingga pelosok Kutim, tangan para bidan ikut menjaga kesehatan ibu, mengawal kehidupan sejak kelahiran dan menyiapkan generasi yang kelak menjadi bagian dari Indonesia Emas 2045. (ADV/ProkopimKutim/BK)

 

Post Views: 391
Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
Menuju Generasi Emas, Banggar DPRD Kaltim Evaluasi Layanan Dasar Kutim

Menuju Generasi Emas, Banggar DPRD Kaltim Evaluasi Layanan Dasar Kutim

Tak Ada Lagi Puskesmas Berkinerja Rendah, BPJS Minta Layanan Kesehatan di Kutim Terus Ditingkatkan

Tak Ada Lagi Puskesmas Berkinerja Rendah, BPJS Minta Layanan Kesehatan di Kutim Terus Ditingkatkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved