Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Kutai Timur

Kutim Gerak Cepat Lawan TBC Lewat Toraks Mobile di Desa

Redaksi by Redaksi
17 November 2025
Reading Time: 1 min read
0
Kutim Gerak Cepat Lawan TBC Lewat Toraks Mobile di Desa
346
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

MUARA BENGKAL – Pagi itu, deru kompresor mesin mobil radiografi toraks terdengar pelan di halaman Puskesmas Pembantu Desa Benua Baru, Kecamatan Muara Bengkal, Kutai Timur (Kutim). Warga dari berbagai dusun antre dengan tertib, menanti giliran untuk menjalani pemeriksaan dada. Program Active Case Finding (ACF) yang digagas Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Dinas Kesehatan, didukung District Public Private Mix (DPPM), kini hadir di desa-desa terpencil untuk mendeteksi Tuberkulosis (TBC) sedini mungkin.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kementerian Kesehatan RI, yang menargetkan Indonesia bebas TBC pada 2030. “Satu penderita TBC bisa menularkan ke 10 orang. Deteksi dini sangat penting agar eliminasi TBC tercapai,” tegas dr Bahrani Hasanal, Kepala Dinas Kesehatan Kutim. Muara Bengkal menjadi salah satu dari 13 kecamatan yang menjadi titik fokus deteksi TBC.

Menurut dr Ivan Hariyadi, Kepala Seksi P2PM Dinkes Kaltim, teknologi toraks digital memungkinkan identifikasi infeksi bahkan sebelum gejala parah muncul. Hal ini dianggap krusial, khususnya di daerah terpencil yang minim akses rumah sakit rujukan.

Program ini juga melibatkan tokoh masyarakat dan kader desa. Ny Hj Siti Robiah, Ketua DPPM Kutim sekaligus Ketua TP PKK, menyosialisasikan pentingnya pemeriksaan dan membagikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada warga yang mengikuti screening. “Penyuluhan harus sampai ke rumah-rumah, agar masyarakat memahami fakta TBC dan cara pencegahannya,” ujarnya.

Camat Muara Bengkal, Nur Hadi, menyatakan optimisme terhadap kesadaran warga. Dalam sehari, sebanyak 200 orang tercatat mengikuti pemeriksaan. Program ACF ini tak hanya memberikan data epidemiologi, tetapi juga menyelamatkan nyawa, membangun pola hidup sehat, dan menyalakan harapan menuju Kutim dan Indonesia bebas TBC. (ADV/ProkopimKutim/BK)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Formika dan Pemkab Kutim Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Berkelanjutan

Formika dan Pemkab Kutim Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Berkelanjutan

RSUD Kudungga Hadirkan Layanan MRI 1,5 Tesla, Warga Kutim Tak Perlu Lagi ke Kota Lain

RSUD Kudungga Hadirkan Layanan MRI 1,5 Tesla, Warga Kutim Tak Perlu Lagi ke Kota Lain

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved