SANGATTA — Kreativitas mengolah bahan pangan menjadi menu yang menarik dan bernilai gizi menjadi perhatian dalam Lomba Kreasi Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) tingkat Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tahun 2026.
Pada puncak kegiatan yang digelar Selasa (11/8/2026), dewan juri menetapkan para pemenang dari dua kategori perlombaan, yakni kreasi menu sarapan pagi berupa nasi goreng serta kategori kudapan atau snack B2SA.
Kompetisi yang diikuti peserta dari berbagai kecamatan di Kutim tersebut tidak hanya menjadi ajang adu kreativitas memasak, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan pentingnya penyediaan makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman bagi keluarga.
Salah satu dewan juri, Chef Joko dari Hotel Royal Victoria, mengatakan penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari kreativitas menu, komposisi bahan pangan, penyajian, hingga kesesuaian dengan prinsip B2SA.
Pada kategori kreasi menu sarapan pagi, Kecamatan Sangatta Selatan berhasil meraih juara pertama dengan total nilai 2.442. Posisi kedua ditempati Kecamatan Sangatta Utara dengan nilai 2.434, sedangkan Kecamatan Muara Bengkal berada di peringkat ketiga dengan nilai 2.420.
Untuk kategori juara harapan, Kecamatan Bengalon meraih harapan pertama dengan nilai 2.410. Selanjutnya, Kecamatan Sangatta Selatan memperoleh harapan kedua dengan nilai 2.371, sementara Kecamatan Sangkulirang menempati harapan ketiga dengan nilai 2.290.
Selain itu, dewan juri menetapkan Kecamatan Kombin sebagai juara favorit pada kategori sarapan pagi. Hasil tersebut menunjukkan persaingan yang cukup ketat karena perbedaan nilai antarpeserta relatif tipis.
Tidak hanya kategori sarapan, persaingan juga berlangsung pada kategori kudapan atau snack B2SA. Kecamatan Teluk Pandan berhasil menjadi juara pertama dengan total nilai 2.522.
Posisi kedua diraih Kecamatan Batu Ampar dengan nilai 2.515, sedangkan Kecamatan Muara Wahau berada di posisi ketiga dengan nilai 2.398. Untuk kategori harapan, Kecamatan Karangan meraih harapan pertama dengan nilai 2.371, Kecamatan Muara Ancalong berada di harapan kedua dengan nilai 2.350, dan Kecamatan Long Mesangat memperoleh harapan ketiga dengan nilai 2.330.
Hasil perlombaan tersebut memperlihatkan bahwa bahan pangan yang tersedia di daerah memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi sajian keluarga yang sehat dan menarik. Kreativitas peserta menjadi salah satu faktor penting dalam menghadirkan menu yang tidak hanya enak, tetapi juga memenuhi unsur gizi seimbang.
Lomba B2SA juga membawa pesan yang lebih luas mengenai pentingnya membangun kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi pangan. Menu bergizi tidak selalu harus berasal dari bahan yang mahal, melainkan dapat diolah dari sumber pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya dituntut menghasilkan sajian dengan tampilan menarik, tetapi juga memahami keseimbangan antara kebutuhan karbohidrat, protein, vitamin, dan unsur gizi lainnya.
Konsep B2SA menjadi bagian dari upaya mendukung kualitas sumber daya manusia. Pemenuhan gizi yang baik, terutama bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan, menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun keluarga yang sehat.
Selain mendorong kreativitas, kegiatan ini juga membuka peluang pemanfaatan pangan lokal. Berbagai bahan pangan yang ada di Kutai Timur dapat dikembangkan menjadi menu keluarga maupun produk bernilai ekonomi.
Penetapan para pemenang dilakukan berdasarkan hasil penilaian dewan juri yang telah melalui proses rapat pada 4 Agustus 2026. Keputusan tersebut kemudian ditetapkan pada 11 Agustus 2026 dan menjadi dasar resmi pengumuman hasil lomba.
Melalui Lomba Kreasi Menu B2SA, pesan yang ingin disampaikan tidak berhenti pada siapa yang menjadi juara. Lebih jauh, kegiatan ini mengajak masyarakat melihat bahwa makanan sehat dapat hadir dari kreativitas, pengetahuan gizi, dan pemanfaatan bahan pangan yang ada di sekitar. (ADV/ProkopimKutim/BK)


