TELUK PANDAN – Bagi Samsia dan Burhanuddin, rumah bukan sekadar tempat berteduh. Di balik dinding papan yang mulai rapuh dan atap yang kerap bocor saat hujan turun, tersimpan cerita panjang tentang perjuangan keluarga mempertahankan kenyamanan hidup dalam keterbatasan.
Bertahun-tahun keduanya menempati rumah yang jauh dari kata layak. Ketika musim hujan tiba, rasa khawatir kerap muncul karena sebagian bagian bangunan tidak lagi mampu memberi perlindungan secara optimal.
Harapan itu perlahan berubah setelah program rehabilitasi rumah layak huni dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) hadir di Desa Persiapan Bukit Pandan Jaya, Kecamatan Teluk Pandan. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas hidup masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara produktif.
Di tengah suasana sederhana kawasan pedesaan yang berdampingan dengan perkebunan, wajah Samsia tampak penuh rasa syukur. Ia mengaku tidak menyangka rumah yang selama ini ditempatinya mendapat perhatian dari pemerintah daerah bersama BAZNAS Kutim.
“Terima kasih kepada Pemkab dan BAZNAS Kutim yang sudah membantu rehab rumah kami. Kami sangat bahagia dan terharu karena merasa lebih diperhatikan,” ujar Samsia.
Sebelum diperbaiki, rumah tersebut menjadi salah satu tantangan bagi keluarga Samsia, terutama ketika hujan deras datang. Kebocoran dari bagian atap hingga kondisi bangunan yang mulai lapuk membuat aktivitas keluarga tidak selalu berjalan nyaman.
Hal serupa dirasakan Burhanuddin. Menurutnya, rumah yang lebih aman memberikan ketenangan baru bagi keluarganya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Bantuan ini sangat membantu kami. Semoga semua pihak yang sudah membantu diberikan kesehatan dan keberkahan,” katanya.
Perwakilan BAZNAS Kutim, Abdullah, mengatakan program rehabilitasi rumah layak huni merupakan salah satu bentuk penyaluran zakat yang diarahkan untuk menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, persoalan hunian masih menjadi tantangan bagi sebagian warga berpenghasilan rendah, terutama mereka yang tinggal di wilayah pelosok maupun kawasan perkebunan.
Ia mengungkapkan, sebelum mendapat bantuan, sejumlah warga bahkan masih menempati bangunan sederhana yang belum memenuhi standar kelayakan.
“Beberapa rumah sebelumnya hanya berupa gubuk sederhana di area perkebunan. Ada dua rumah yang akhirnya direlokasi ke lahan relawan agar penghuninya memiliki tempat tinggal yang lebih layak,” jelas Abdullah.
Program rehabilitasi rumah BAZNAS Kutim telah berjalan di sejumlah wilayah sejak 2024. Khusus di Kecamatan Teluk Pandan, terdapat enam rumah yang mendapat bantuan rehabilitasi pada tahun tersebut.
Program kemudian berlanjut pada 2025 melalui kolaborasi BAZNAS Kutim bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dengan bantuan lima unit rumah, masing-masing senilai Rp50 juta. Dua unit dialokasikan di Teluk Pandan, sementara tiga unit lainnya tersebar di Sangatta Utara, Sangatta Selatan, dan Muara Wahau.
Memasuki 2026, program kembali dilaksanakan melalui rehabilitasi dua rumah di Desa Martadinata, masing-masing milik Samsia dan Burhanuddin.
Menurut Abdullah, bantuan rumah layak huni tidak hanya berbicara mengenai perbaikan bangunan fisik, tetapi juga menyangkut pemulihan rasa aman dan kepercayaan diri masyarakat.
Selain sektor perumahan, BAZNAS Kutim juga menjalankan program beasiswa bagi pelajar kurang mampu, khususnya dari sekolah berbasis keagamaan. Program tersebut diarahkan untuk membantu keberlanjutan pendidikan sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Program beasiswa ini kami arahkan agar tidak sekadar membantu biaya sekolah, tetapi juga mendukung lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas,” tambah Abdullah.
Melalui berbagai program sosial tersebut, BAZNAS Kutim berupaya memastikan dana zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Bagi Samsia dan Burhanuddin, bantuan itu bukan hanya memperbaiki rumah yang sebelumnya rapuh, tetapi juga menghadirkan kembali rasa nyaman untuk menata kehidupan keluarga ke depan. (ADV/ProkopimKutim/BK)


