Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Kominfo Kutim

Ini Strategi Kutim Bangun Citra Ekonomi Berbasis Identitas Lokal

Redaksi by Redaksi
22 November 2025
Reading Time: 1 min read
0
Ini Strategi Kutim Bangun Citra Ekonomi Berbasis Identitas Lokal
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA – Di balik goresan canting para pembatik dan ukiran tangan para perajin, Kutai Timur (Kutim) tengah menenun citra ekonomi yang berakar pada jati diri lokalnya. Pemerintah daerah tak ingin sekadar memproduksi barang bernilai jual, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan pada warisan budaya yang hidup di setiap karya.

“Lewat pendekatan ini, para pengrajin tidak hanya diajak berproduksi, tetapi juga menjaga identitas budaya yang melekat pada setiap hasil tangan mereka,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur, Nora Ramadani. “Untuk program andalan, kami lebih kepada pendampingan di Dekranasda, seperti batik dan pembatik.”

Menurutnya, pendampingan terhadap Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menjadi strategi utama pemerintah dalam membangun ekonomi kreatif yang berpijak pada kearifan lokal. Dengan langkah ini, Kutim menegaskan jati dirinya: ekonomi yang tumbuh dari tangan rakyatnya sendiri, dan budaya yang hidup di setiap hasil karyanya.

Perhatian Disperindag tidak berhenti pada batik. Nora menyebut ada banyak sektor lain yang turut dibina, mulai dari seni pahat hingga kerajinan berbasis bahan lokal. “Kemudian ada beberapa lagi sektor yang lain, misalkan kayak pematung dan segala macam,” ujarnya.

Lebih jauh, Nora menekankan, kebijakan Disperindag bersifat terbuka bagi semua pelaku usaha kreatif tanpa sekat sektor. “Kita tidak mengkotak-kotakkan. Semua yang bisa membawa nama daerah, yang punya ciri khas daerah, kita salut,” tegasnya.

Pendekatan inklusif ini menjadi kunci strategi Kutim membangun citra ekonomi yang kuat sekaligus berkarakter. Pemerintah daerah ingin agar setiap produk lokal bukan hanya layak jual, tetapi juga menjadi cermin dari keindahan dan keunikan daerahnya. (ADV)

 

Post Views: 13
Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
Generasi Muda Didorong Jadi Ahli, Bukan Sekadar Lawan Korupsi

Generasi Muda Didorong Jadi Ahli, Bukan Sekadar Lawan Korupsi

Koperasi Kutim Perkuat Pemasaran Produk Olahan Nanas Melalui Platform Digital

Dinas Koperasi Kutim Dorong Pelaku Usaha Tingkatkan Adaptasi Produk demi Tembus Pasar Internasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved