Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

DPRD Kutim Setujui Hibah Lahan 3 Hektare untuk Perkuat Infrastruktur Pangan Bulog

Kehadiran gudang Bulog di Kutai Timur bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari upaya memperkuat sistem pangan daerah. Dengan persetujuan hibah lahan seluas tiga hektare, pemerintah daerah membuka jalan bagi hadirnya fasilitas pascapanen yang diharapkan mampu menjaga harga hasil pertanian sekaligus memberi perlindungan lebih bagi petani.

WebNesia by WebNesia
16 Juli 2026
Reading Time: 2 mins read
0
DPRD Kutim Setujui Hibah Lahan 3 Hektare untuk Perkuat Infrastruktur Pangan Bulog
1
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp
Post Views: 3

SANGATTA — Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memasuki tahap baru. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim menyetujui pemindahtanganan aset daerah berupa lahan seluas tiga hektare kepada Perusahaan Umum (Perum) Bulog untuk pembangunan gudang penyimpanan hasil pertanian.

Persetujuan tersebut disahkan dalam Rapat Paripurna XIX DPRD Kutim sebagai tindak lanjut atas permohonan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim. Lahan yang berada di Kecamatan Sangatta Utara itu nantinya akan dimanfaatkan sebagai fasilitas infrastruktur pascapanen yang menjadi bagian dari program strategis nasional pembangunan 100 unit infrastruktur serupa di berbagai daerah Indonesia.

Bagi Kutim, pembangunan gudang Bulog memiliki arti penting. Selama ini, salah satu persoalan yang dihadapi petani bukan hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana menjaga nilai hasil panen ketika pasokan meningkat. Pada masa panen raya, harga komoditas pertanian sering mengalami tekanan akibat keterbatasan tempat penyimpanan dan jalur distribusi.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengatakan, keberadaan gudang penyimpanan tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi untuk memberikan perlindungan kepada petani sekaligus menjaga stabilitas pangan daerah.

“Keberadaan gudang ini diharapkan mampu memberikan perlindungan kepada petani serta memperkuat sistem ketahanan pangan daerah,” ujar Bupati Ardiansyah usai rapat paripurna, Rabu beberapa pekan lalu.

Menurutnya, fasilitas pascapanen yang memadai akan membantu petani memiliki ruang lebih besar dalam mengelola hasil produksi. Dengan sistem penyimpanan yang lebih baik, hasil pertanian tidak harus langsung dilepas ke pasar ketika harga sedang turun.

Dalam kesepakatan tersebut, seluruh pembiayaan pembangunan fisik dan perencanaan gudang akan menjadi tanggung jawab Perum Bulog. Sementara Pemkab Kutim berkewajiban menyediakan lahan sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan fasilitas tersebut.

Lahan seluas tiga hektare yang dihibahkan merupakan bagian dari kawasan seluas 4,7 hektare di Jalan Soekarno-Hatta, Sangatta Utara. Kawasan tersebut sebelumnya telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Nomor 640/K.809/HK/CXI/2017.

Hibah lahan ini menjadi salah satu syarat agar Bulog dapat memulai proses pembangunan. Langkah tersebut juga merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani pada Desember 2025, serta hasil audiensi antara Pemkab Kutim, DPRD Kutim, dan Bulog di Jakarta pada awal Maret lalu.

Anggota Komisi B DPRD Kutim Muhammad Ali mengatakan, persetujuan hibah diberikan setelah melalui pembahasan dan kajian bersama pemerintah daerah. Meski aset telah diserahkan untuk pembangunan fasilitas tersebut, DPRD tetap memastikan fungsi pengawasan berjalan.

“Kami menyetujui pemindahtanganan Barang Milik Daerah ini melalui rapat paripurna. Namun, pemanfaatannya akan terus kami awasi bersama dinas terkait agar benar-benar sesuai tujuan awal, yakni mendukung stabilitas harga dan swasembada pangan di Kutim,” tegas Ali.

Ia berharap keberadaan gudang Bulog di Sangatta Utara dapat menjadi penguat tata kelola hasil pertanian daerah. Tidak hanya membantu distribusi pangan berjalan lebih lancar, fasilitas ini juga diharapkan memberikan kepastian serapan hasil panen sehingga petani memiliki peluang memperoleh harga yang lebih layak.

Pada akhirnya, pembangunan gudang Bulog menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian yang lebih kuat. Sebab, ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga bagaimana hasil tersebut dikelola, disimpan, dan memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/BK)

 

WebNesia

WebNesia

Next Post
Jalan Tetap Jadi Prioritas, Kutim Jaga Infrastruktur di Tengah TekananvAnggaran

Jalan Tetap Jadi Prioritas, Kutim Jaga Infrastruktur di Tengah TekananvAnggaran

Gudang Bulog Hadir di Kutim, Petani Tak Lagi Sendiri Hadapi Harga Panen

Gudang Bulog Hadir di Kutim, Petani Tak Lagi Sendiri Hadapi Harga Panen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved