Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Kominfo Kutim

DPPKB Kutim Dorong Sekolah Lansia dan Penurunan Stunting Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Redaksi by Redaksi
13 November 2025
Reading Time: 2 mins read
0
DPPKB Kutim Dorong Sekolah Lansia dan Penurunan Stunting Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
10
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp
Post Views: 2

Kutai Timur – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim) kini menggarap dua program krusial yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, yakni pemberdayaan kelompok lanjut usia (lansia) dan percepatan penurunan angka keluarga berisiko stunting.

Hal tersebut disampaikan Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, usai menghadiri Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-26 Kutim di Ruang Sidang Utama DPRD, Kamis (9/10/2025).

Menurut Junaidi, program Sekolah Lansia menjadi terobosan penting untuk memberdayakan kelompok usia 40 tahun ke atas agar tetap produktif, bahagia, dan mandiri. “Penduduk yang berkualitas itu tidak boleh menganggur atau stres. Sekolah Lansia dirancang agar para lansia tetap aktif, bangga, dan bahagia di usia mereka,” jelasnya.

Program ini berlangsung selama setahun, diisi kegiatan seperti senam, kesenian, hingga pelatihan keterampilan, dan diakhiri dengan proses wisuda. Pelaksanaannya merupakan hasil kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, melalui lembaga non-formal seperti PKBM dan lembaga kursus. Para guru dan pamong berperan sebagai pelatih, bahkan memanfaatkan fasilitas laboratorium untuk mendukung pembelajaran keterampilan praktis.

Sementara itu, di sisi lain, DPPKB Kutim juga fokus menurunkan angka keluarga berisiko stunting dari 19.000 menjadi 11.000 keluarga sesuai target Peraturan Bupati. Saat ini, prevalensi stunting di Kutim masih berada di angka 26 persen, dan ditargetkan turun hingga 24 persen atau lebih rendah. Dua kecamatan dengan angka tertinggi ialah Sangatta Utara dan Bengalon.

Upaya percepatan dilakukan dengan menganalisis data Keluarga Berisiko Stunting (KRS) berdasarkan faktor “4T”: Terlalu Dekat, Terlalu Muda, Terlalu Banyak, dan Terlalu Tua. DPPKB juga mendorong masyarakat beralih dari KB tradisional ke KB modern melalui edukasi tim pendamping keluarga.

Selain itu, Junaidi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah. Program 1.000 Rumah Layak Huni (RLH) dengan sanitasi memadai serta dukungan PDAM yang menyediakan air bersih gratis bagi keluarga kurang mampu menjadi bagian integral dari upaya menekan risiko stunting di Kutim. (ADV)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Dispora Kutim Dorong Semangat Lokal Majukan Sepak Bola Daerah

Dispora Kutim Dorong Semangat Lokal Majukan Sepak Bola Daerah

DLH Kutim Upayakan Penyesuaian Anggaran Program Lingkungan, Komisi C Minta Renja Pembanding

DLH Kutim Upayakan Penyesuaian Anggaran Program Lingkungan, Komisi C Minta Renja Pembanding

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved