Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Budaya dan Gaya Hidup

Dinkes Kutim Minta Warga Waspadai Hantavirus, Penularannya Berasal dari Tikus

Redaksi by Redaksi
16 Mei 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Dinkes Kutim Minta Warga Waspadai Hantavirus, Penularannya Berasal dari Tikus
4
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp
Post Views: 1

SANGATTA – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus, penyakit yang ditularkan oleh tikus dan berpotensi menimbulkan gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr. Yuana Sri Kurniawati, menjelaskan bahwa hantavirus bukan penyakit baru. Namun, kasus yang kembali mencuat di luar negeri dan dilaporkan menyebabkan kematian membuat masyarakat perlu memahami cara penularan dan langkah pencegahannya.

“Hantavirus ini sebenarnya sudah lama dikenal. Walaupun secara global dinilai tidak terlalu berbahaya, penyakit ini tetap perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kondisi berat hingga kematian,” ujar dr. Yuana.

Ia menerangkan, virus tersebut menyebar melalui urine, air liur, dan kotoran tikus yang mengering lalu bercampur dengan debu. Ketika debu yang terkontaminasi terhirup, virus dapat masuk ke tubuh manusia.

Menurut dr. Yuana, infeksi hantavirus dapat menyerang paru-paru dan ginjal. Jika mengenai paru-paru, penderita berisiko mengalami gangguan pernapasan berat hingga gagal napas. Sedangkan jika menyerang ginjal, dapat memicu penurunan fungsi ginjal sampai gagal ginjal.

“Pada kasus yang berat, pasien bisa mengalami sesak napas atau gangguan buang air kecil yang menunjukkan adanya masalah pada ginjal,” jelasnya.

Gejala awal hantavirus umumnya menyerupai infeksi virus pada umumnya, seperti demam, lemas, nyeri otot, dan keluhan mirip flu. Namun, gejala dapat berkembang menjadi lebih serius apabila tidak segera ditangani.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kutai Timur akan memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi populasi tikus di sekitar tempat tinggal.

“Pencegahan yang paling efektif adalah menjaga sanitasi lingkungan, membersihkan sarang tikus, dan menggunakan masker serta sarung tangan saat membersihkan area yang berdebu,” katanya.

dr. Yuana menambahkan, lingkungan yang kotor dan sanitasi yang buruk menjadi tempat ideal bagi tikus untuk berkembang biak. Karena itu, masyarakat diminta lebih peduli terhadap kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.

Dinas Kesehatan Kutai Timur juga mengimbau warga untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam yang disertai sesak napas atau gangguan buang air kecil, terutama jika sebelumnya beraktivitas di lingkungan yang banyak terdapat tikus.

Redaksi

Redaksi

Next Post
Polres Kutim Amankan 4 Tersangka dan 6.725 Liter BBM Ilegal

Polres Kutim Amankan 4 Tersangka dan 6.725 Liter BBM Ilegal

Nobar Film Pesta Babi di Sangatta Jadi Ruang Refleksi atas Isu Lingkungan dan Hak Masyarakat Adat

Nobar Film Pesta Babi di Sangatta Jadi Ruang Refleksi atas Isu Lingkungan dan Hak Masyarakat Adat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved