SANGATTA — Jalan yang menghubungkan antarwilayah, air bersih yang mengalir ke rumah warga, hingga layanan pendidikan dan kesehatan yang mudah dijangkau menjadi bagian dari kebutuhan dasar yang terus mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Berbagai persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Kutim Tahun 2027 yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, beberapa waktu lalu.
Forum tersebut mempertemukan berbagai unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan daerah, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten (Sesdakab) Rizali Hadi, kepala perangkat daerah, hingga pihak terkait lainnya.
Musrenbang menjadi ruang untuk menyusun arah pembangunan berdasarkan kebutuhan yang muncul dari tingkat bawah. Berbagai usulan yang dihimpun dari desa hingga kecamatan memberikan gambaran mengenai tantangan yang masih dihadapi masyarakat.
Di sejumlah wilayah, kebutuhan peningkatan infrastruktur jalan masih menjadi perhatian. Akses transportasi yang lebih baik dinilai penting untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi. Selain itu, ketersediaan air bersih serta penguatan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan juga menjadi bagian dari prioritas pembangunan.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pembangunan daerah harus memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pemerintah tidak hanya mengejar banyaknya program, tetapi memastikan program yang dijalankan memberikan manfaat nyata.
“Kita ingin pembangunan ini betul-betul menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Jalan harus terbuka, air bersih tersedia, layanan pendidikan dan kesehatan semakin baik. Itu yang jadi prioritas kita,” ujar Ardiansyah.
Ia mengakui, kondisi fiskal daerah membuat pemerintah harus lebih cermat dalam menentukan program yang akan didahulukan. Tidak seluruh kebutuhan dapat dilaksanakan secara bersamaan, sehingga diperlukan penyusunan skala prioritas.
“Kita tidak bisa kerjakan semua sekaligus. Maka yang kita dahulukan adalah yang paling dibutuhkan masyarakat. Infrastruktur dasar dan pelayanan publik harus jadi fokus utama,” tegasnya.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dalam arah pembangunan 2027, penguatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting untuk mendukung transformasi ekonomi daerah.
Pendidikan yang berkualitas, peningkatan keterampilan kerja, serta pelayanan kesehatan yang lebih baik dinilai menjadi modal utama agar masyarakat Kutim mampu menghadapi perubahan ekonomi yang semakin dinamis.
Hal tersebut sejalan dengan tema pembangunan yang mengarah pada transformasi ekonomi berkelanjutan melalui penguatan infrastruktur dan peningkatan SDM yang berdaya saing.
Pemerintah daerah melihat pembangunan ekonomi tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan peluang yang tersedia. Infrastruktur yang baik harus berjalan beriringan dengan masyarakat yang memiliki kapasitas untuk menggerakkan sektor ekonomi.
Dalam proses Musrenbang, setiap usulan tidak langsung menjadi program, tetapi melalui tahapan pembahasan dan penilaian berdasarkan kebutuhan serta kemampuan anggaran daerah. Pemerintah bersama perangkat daerah melakukan penyaringan agar program yang masuk dalam rencana pembangunan memiliki dampak yang lebih luas.
Dengan pendekatan tersebut, Musrenbang diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi bagian dari proses memastikan kebijakan pembangunan benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan.
Dari kebutuhan jalan yang lebih baik, akses air bersih yang semakin luas, hingga peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, Pemkab Kutim berupaya menyusun pembangunan yang tidak hanya terlihat dalam dokumen perencanaan, tetapi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/BK)


