SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus mematangkan langkah strategis dalam menghadirkan sarana pelayanan kesehatan yang memadai bagi masyarakat di wilayah hulu. Salah satu fokus prioritas yang kini tengah disiapkan secara intensif adalah rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wahau.
Kepastian tahapan proyek strategis tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kutai Timur, dr Yuwana Sri Kurniawati, seusai mengikuti audiensi bersama Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman pada Kamis (23/7/2026). Yuwana menegaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendekatkan jangkauan rujukan medis.
“Pembangunan RSUD Wahau ini merupakan keberlanjutan program Pemkab Kutim untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata bagi masyarakat di kawasan pedalaman,” ujar Yuwana.
Dalam perjalanannya, lokasi pembangunan rumah sakit sempat mengalami penyesuaian teknis. Awalnya direncanakan berdiri di Desa Karya Bhakti, lokasi dialihkan ke Desa Wanasari dengan luas lahan hibah sekitar 3 hektare yang dipastikan legalitasnya aman dari tumpang tindih kawasan transmigrasi.
Guna menyikapi efisiensi anggaran daerah tahun ini, Pemkab Kutim memfokuskan pengerjaan pada penuntasan dokumen perencanaan teknis dan penguatan landasan akademis.
“Tahun ini kita fokus pada penyusunan Feasibility Study (FS) bekerja sama dengan Universitas Mulawarman (Unmul), dilanjutkan pembuatan Detail Engineering Design (DED), Masterplan, serta dokumen lingkungan UKL-UPL,” jelasnya.
Perwakilan Unmul, Dr Ratno Andrianto, mengonfirmasi bahwa tim akademisi bertanggung jawab mengkaji kelayakan pembangunan secara komprehensif sebagai acuan dasar sebelum konstruksi fisik dimulai pada 2027. Sesuai roadmap, fisik gedung ditargetkan rampung pada 2028 untuk pengisian alat kesehatan dan SDM, sehingga RSUD Wahau siap beroperasi penuh melayani masyarakat pada tahun 2029. (ADV/ProkopimKutim/BK)


