SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat upaya menciptakan generasi sehat dan bebas stunting. Melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemkab Kutim meluncurkan Satuan Pemenuhan Pangan Bergizi (SPPG) APT Pranoto di Kecamatan Sangatta Utara. Fasilitas ini diresmikan langsung oleh Wakil Bupati H. Mahyunadi, disaksikan jajaran Forkopimda, termasuk Dandim 0909/Kutim Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto.
SPPG APT Pranoto menjadi pilot project MBG di Kutim, melayani 1.812 siswa dari empat sekolah, di antaranya TK Starkid dan SD Star Generation. Setiap menu yang disiapkan mengacu pada standar gizi nasional dengan pengawasan ketat dari hulu hingga distribusi ke siswa.
“Setelah kami melihat langsung dapur dan prosesnya, SPPG APT Pranoto sudah menjalankan sistem yang sangat tertib dan transparan. Dari bahan baku sampai ke piring anak-anak, semuanya terpantau,” ujar Mahyunadi.
Ia menegaskan, MBG dirancang untuk memastikan anak-anak Kutim tumbuh kuat, sehat, dan cerdas. Pemerintah juga mewajibkan evaluasi rutin agar kualitas pangan tetap terjamin.
“Program ini bagian dari investasi jangka panjang membangun generasi emas Kutai Timur. Setiap piring bergizi adalah masa depan yang sedang kita siapkan,” tambahnya.
Pelaksanaan MBG menggandeng Yayasan Perisai Amanah Mandiri, mitra resmi Badan Gizi Nasional (BGN). Ketua yayasan, Niko, menjelaskan bahwa seluruh proses, mulai dari pemilihan bahan hingga distribusi, mengikuti SOP keamanan pangan yang ketat.
“Bahan pangan kami ambil dari pemasok terverifikasi, dimasak tenaga terlatih, dan dikirim dengan wadah tertutup agar tetap steril. Setiap hari kami lakukan evaluasi bersama sekolah dan Dinas Kesehatan,” terangnya.
Kepala SPPG APT Pranoto, Dinand Perdana, menambahkan aturan penting bagi siswa penerima manfaat.
“Makanan harus dikonsumsi di sekolah, maksimal enam jam setelah dimasak. Ini untuk menjaga kualitas dan mencegah kontaminasi,” jelasnya.
Dengan sistem yang rapi dan dukungan lintas sektor, program MBG Kutim kini menjadi contoh pelaksanaan pangan bergizi yang terukur di Kalimantan Timur. Di balik setiap menu yang tersaji, ada kerja kolektif antara pemerintah, mitra, dan tenaga dapur yang berjuang memastikan setiap anak di Kutim mendapat haknya atas gizi dan masa depan yang lebih sehat. (ADV/ProkopimKutim/BK)


