Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

Cuan Tumbuh di Pekarangan: Teh Empon-Empon Jadi Simbol Usaha Mandiri

Dari kebun belakang rumah, lahirlah peluang usaha baru—teh herbal empon-empon yang diracik ibu-ibu Sangatta Utara kini menjadi simbol kemandirian ekonomi berbasis pekarangan.

Redaksi by Redaksi
8 November 2025
Reading Time: 1 min read
0
Cuan Tumbuh di Pekarangan: Teh Empon-Empon Jadi Simbol Usaha Mandiri
307
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp
Post Views: 1

SANGATTA – Pekarangan rumah di Sangatta Utara kini tidak hanya dipenuhi tanaman bumbu dan obat keluarga, tetapi juga menjadi sumber penghasilan baru bagi para ibu rumah tangga. Sebanyak 75 perempuan dari kelompok dasa wisma mengikuti pelatihan pembuatan teh celup herbal berbahan empon-empon—mulai jahe, kunyit, sereh, hingga lengkuas—yang digelar Tim Penggerak PKK Kecamatan Sangatta Utara belum lama ini.

Kegiatan yang dibuka oleh Camat Hasdiah tersebut menjadi wadah bagi peserta untuk belajar mengolah bahan lokal menjadi produk sehat bernilai jual. Tak hanya mempelajari teknik produksi, mereka juga mendapatkan pembekalan pemasaran dari Dinas Kesehatan, Disperindag, serta TP PKK Kutim.

“Tujuannya bukan hanya memberi pelatihan, tapi mendorong masyarakat agar mandiri secara ekonomi dengan memanfaatkan apa yang sudah ada di sekitar rumah,” ujar Hasdiah, yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Sangatta Utara.

Pelatihan ini menyasar Pokja 2 dan Pokja 3 PKK yang menangani pelatihan, pengemasan, serta pangan keluarga. Para peserta dibimbing untuk meracik, mengeringkan, mengemas, sekaligus memahami bagaimana membuat produk teh herbal yang menarik bagi konsumen modern, termasuk pasar gaya hidup sehat.

Menurut Hasdiah, PKK akan menindaklanjuti pelatihan ini dengan materi lanjutan, mulai dari peningkatan kualitas produk, penguatan keterampilan wirausaha, hingga strategi pemasaran yang lebih sistematis. Ia ingin agar ibu-ibu desa tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi mampu menghidupkan usaha kecil dari rumah.

“Kita ingin masyarakat tidak bergantung pada bantuan. Mereka harus tumbuh sebagai pelaku usaha yang mandiri,” tegasnya.

Inisiatif teh empon-empon ini membuka peluang usaha baru yang berakar kuat pada budaya lokal. Bahan bakunya mudah ditemukan, proses pembuatannya terjangkau, dan produknya relevan dengan tren kesehatan. Dari rumah ke rumah, wacana pemberdayaan ekonomi keluarga kini benar-benar dirasakan para peserta.

Ibu Nani dari Pokja 3 RT 04 mengaku antusias setelah mengetahui proses pembuatan teh celup ternyata cukup sederhana. “Ternyata tidak sulit. Bahannya sudah ada di kebun. Ini bisa jadi usaha tambahan,” ujarnya. (ADV/ProkopimKutim/BK)

Redaksi

Redaksi

Next Post
PAUD Harus Menyentuh Anak: Kutim Terapkan Deep Learning sebagai Cara Berpikir

PAUD Harus Menyentuh Anak: Kutim Terapkan Deep Learning sebagai Cara Berpikir

Kutim di Forum Tiga Pilar: Ekonomi, Digitalisasi, dan Perlindungan Sosial Terintegrasi

Kutim di Forum Tiga Pilar: Ekonomi, Digitalisasi, dan Perlindungan Sosial Terintegrasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved