SANGATTA – Upaya memperkuat peran Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) di Kutai Timur kembali digelorakan. Badan Pengurus Cabang (BPC) Andalan UPPKA Kutim menggelar rapat internal di Ruang Rapat Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, untuk menata organisasi sekaligus menguatkan kinerja hingga ke tingkat kecamatan.
Rapat dibuka Kepala DPPKB Kutim Achmad Junaidi B dan diikuti Kepala Bidang Ketahanan dan Keluarga Sejahtera (K3) Ani Saida, Ketua BPC Andalan Kelompok Usaha (AKU) Muminah, Kabid Dalduk Herliana, serta para Penyuluh KB. Forum ini difokuskan pada pembenahan tata kelola, penyelesaian dinamika internal, serta pemetaan ulang keberadaan UPPKA.
Junaidi mengingatkan, setiap perbedaan dan persoalan internal harus diselesaikan melalui musyawarah dengan berpegang pada AD/ART organisasi dan regulasi yang berlaku. Sengketa administrasi maupun keuangan, katanya, tak boleh dibiarkan berlarut.
Ia menegaskan, UPPKA diharapkan tidak berhenti pada tataran eksistensi di kabupaten. Pengurus diminta mendorong pembentukan dan penguatan UPPKA di seluruh 18 kecamatan di Kutim. Soliditas pengurus kabupaten dinilai menjadi penopang utama pengembangan tersebut.
Salah satu agenda rapat adalah evaluasi data UPPKA yang telah terbentuk di kecamatan. Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga akan menelaah kelompok yang terkendala organisasi maupun yang sudah vakum, untuk dicarikan solusi revitalisasi.
Junaidi berharap, hasil rapat berujung pada langkah konkret peningkatan peran UPPKA dalam mengangkat pendapatan keluarga akseptor, sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting dan penguatan kesejahteraan keluarga di Kutim. (ADV/ProkopimKutim/BK)


