SANGATTA – Pengurus baru Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kabupaten Kutai Timur untuk periode 2025–2030 resmi dilantik dalam acara khidmat di Agrawansa Ballroom, Sabtu (22/11/2025) malam. Berlangsung di Agrawansa Ballroom, prosesi pengukuhan ini dihadiri perwakilan pemerintah daerah dan berbagai elemen organisasi kepemudaan masjid. Hadir mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Asisten Administrasi Umum Setkab Kutim Sudirman Latif turut memberikan arahan.
Ketika itu, Sudirman Latif menekankan bahwa tema “Reaktivasi Peran Remaja Masjid” harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar menjadi seruan semata. Ia menegaskan pentingnya menghidupkan kembali gairah remaja masjid sebagai penggerak utama dalam memakmurkan rumah ibadah sekaligus membina generasi muda yang berakhlak mulia.
Untuk memperkuat makna pesannya, Sudirman menghadirkan sebuah perumpamaan tentang seseorang yang berlari tergopoh-gopoh mengejar pesawat demi urusan duniawi. “Pertanyaannya, apakah kita juga akan tergopoh-gopoh ketika mendapat panggilan Allah, panggilan akhirat?” ujarnya. Melalui ilustrasi ini, ia mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa menempatkan ibadah sebagai prioritas utama.
Sudirman turut berbagi kenangan masa lalu ketika dipercaya menjabat sebagai pengurus remaja masjid di Makassar sekitar tahun 1988. Kala itu, para pengurus yang umumnya masih berstatus mahasiswa mampu menjalankan tugas organisasi dengan penuh dedikasi. Menurutnya, semangat pengabdian inilah yang perlu dihidupkan kembali oleh BKPRMI Kutim masa kini.
Ia menyampaikan apresiasi terhadap susunan kepengurusan BKPRMI Kutim yang dinilai penuh energi dan kapabilitas. Sudirman meyakini bahwa kepengurusan baru ini dapat menjalankan peran strategisnya, termasuk dalam memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah terkait program pembinaan keagamaan.
Pada kesempatan tersebut, ia mendorong BKPRMI untuk menjadi pelopor gerakan salat berjamaah di masjid, terutamanya pada salat Subuh. “Masjid-masjid perlu kembali dimakmurkan. Mulailah dari remaja masjid, dari organisasi ini. Jika ini dilakukan, saya yakin urusan dunia dan akhirat akan berjalan seimbang,” tegasnya.
Sudirman juga menyentuh komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan para guru mengaji dan dai di Kutim. Melalui koordinasi dengan Bappeda dan instansi terkait, diharapkan dapat terwujud peningkatan kualitas hidup para pendidik keagamaan tersebut. Peran guru mengaji dinilai sangat fundamental dalam membentuk karakter masyarakat sejak usia dini.
Mengakhiri sambutannya, Sudirman berharap momentum pengukuhan ini dapat menjadi titik awal kebangkitan aktivitas generasi muda di lingkungan masjid. “Mari bersama-sama membudayakan salat berjamaah dan memakmurkan masjid. Semoga kepengurusan ini membawa keberkahan bagi Kutim,” ucapnya.
Peresmian dewan pengurus baru ini menandai dimulainya babak baru BKPRMI Kutim dengan semangat pembaruan dan pengabdian remaja masjid untuk kemajuan daerah. (ADV/ProkopimKutim/BK)


