Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Kutai Timur

Pengabdian Mahasiswa STAIS, Dari Kampus ke Desa untuk Kutim Berdaya

145 mahasiswa STAIS Kutim dilepas ke Wahau dan Kombeng, bawa misi pengabdian Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Redaksi by Redaksi
22 November 2025
Reading Time: 1 min read
0
Pengabdian Mahasiswa STAIS, Dari Kampus ke Desa untuk Kutim Berdaya
290
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Sangatta – Layaknya kapal besar yang hendak berlayar menembus lautan pengabdian, sebanyak 145 mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) Kutai Timur (Kutim) resmi dilepas menuju Kecamatan Muara Wahau dan Kombeng. Pelepasan berlangsung di halaman Masjid STAIS Kutim, dipimpin Asisten Administrasi Umum (Admum) Seskab Kutim, Sudirman Latif, disaksikan jajaran pimpinan kampus, panitia, dan dosen pembimbing lapangan.

Para mahasiswa akan tersebar di 5 desa di Kecamatan Muara Wahau dan 6 desa di Kecamatan Kombeng. Mereka membawa misi pengabdian sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan masa tugas selama 45 hari, mulai 10 November hingga 23 Desember 2025.

Dalam laporan pelepasan, panitia menegaskan bahwa KKL adalah gerbang pembuktian mahasiswa. Jika ruang kelas adalah tempat menimba teori, maka KKL ibarat ladang luas untuk menanam aksi nyata. Kolaborasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan perusahaan setempat ditekankan agar program kerja berjalan optimal.

Asisten Admum Seskab Kutim, Sudirman Latif, menegaskan pengabdian mahasiswa harus memberi warna positif bagi desa penempatan. Ia berharap mahasiswa menjaga kesehatan, etika, serta membawa nama baik kampus. “Berangkat dalam keadaan sehat, pulang harus lebih sehat dan membawa manfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor STAIS Kutim, Satriah, memberikan pesan mendalam. Ia mengingatkan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat adalah cermin lembaga. Karena itu, sikap, komunikasi, dan profesionalitas harus dijaga. “Sekecil apa pun inovasi yang Anda lakukan, yakinlah itu seperti titik cahaya yang dapat menerangi ruang pengabdian untuk pembangunan,” tuturnya memberi motivasi.

Rektor juga menekankan pentingnya adaptasi cepat, kerja sama tim, serta kekompakan selama masa perantauan. Permasalahan internal diminta diselesaikan secara musyawarah, dengan melibatkan dosen pembimbing bila diperlukan. Kesehatan dan keselamatan menjadi prioritas utama.

Dengan doa dan harapan, para mahasiswa diberangkatkan menuju lokasi masing-masing. Deru bus dan truk yang membawa peserta KKL seolah menjadi angin pembawa harapan, menandai dimulainya perjalanan pengabdian mereka untuk masyarakat Kutim. (ADV/ProkopimKutim/BK)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Turnamen Voli Desa Saka Makin Seru, Wabup Kutim Sumbang Rp5 Juta

Turnamen Voli Desa Saka Makin Seru, Wabup Kutim Sumbang Rp5 Juta

Pembinaan Karakter Pengelola Koperasi Merah Putih di Kutai Timur

Pembinaan Karakter Pengelola Koperasi Merah Putih di Kutai Timur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved