BENGALON – Suasana di Gedung Majelis Taklim Akbar Kecamatan Bengalon terasa hangat dan penuh makna. Ribuan jamaah dari berbagai kelompok pengajian berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Di tengah lantunan selawat dan doa, semangat cinta Rasulullah terdengar kuat, menyatukan warga Bengalon dalam kebersamaan yang khidmat.
Peringatan Maulid yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim Akbar Kecamatan Bengalon berlangsung meriah. Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan dari Ketua Panitia sekaligus Ketua Majelis Taklim Akbar Bengalon, Umi Nurul Hikmah.
Umi Nurul menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu kelancaran acara. Ia berharap kegiatan ini menjadi ladang pahala dan mendapat keberkahan dari Allah SWT.
Dengan nada berseloroh yang disambut tawa jamaah, Umi Nurul mengapresiasi kehadiran massa yang membludak meski tanpa diumumkan adanya hadiah. “Kehadiran kali ini murni didorong oleh cinta kepada Rasulullah SAW,” katanya, diikuti senyum simpul para hadirin.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek Bengalon AKP Asriadi, turut memberikan sambutan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keamanan selama acara berlangsung dan mengajak jamaah untuk memelihara fasilitas publik yang telah disediakan pemerintah daerah.
“Gedung ini adalah fasilitas bantuan pemerintah yang harus kita jaga dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati yang telah memfasilitasi sarana kegiatan keagamaan bagi masyarakat,” ucapnya. Ia juga menyelipkan ucapan selamat HUT TNI ke-80, menutup sambutannya dengan pantun yang membuat jamaah bersorak riuh.
Puncak acara ditandai dengan kehadiran Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman, didampingi sang istri Ny Hj Siti Robiah serta anggota DPRD Provinsi Kaltim H Arfan. Dalam sambutannya, Bupati mengajak umat Islam untuk menjadikan Maulid sebagai refleksi atas keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam seluruh aspek kehidupan.
“Rasulullah SAW adalah teladan terbaik. Peringatan Maulid harus mendorong kita untuk meneladani akhlaknya dalam keseharian, di lingkungan keluarga, pekerjaan, dan masyarakat,” tuturnya.
Ia menambahkan, kecintaan kepada Rasulullah hendaknya diwujudkan secara berkelanjutan. Bahkan, ia mengemukakan, Rasulullah sendiri memperingati hari kelahirannya setiap Senin dengan berpuasa. Oleh karena itu, semangat Maulid perlu menjadi bagian dari keseharian umat Islam.
Acara dilanjutkan dengan tausiah oleh Dr H Shobirin Bagus. Dalam ceramahnya yang komunikatif dan diselingi humor, Ustaz Shobirin menekankan pentingnya memperkuat iman, meneladani akhlak Nabi, serta menjaga keutuhan bangsa.
“Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam, justru selaras dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Mari kita jaga keutuhan bangsa dengan meneladani akhlak Rasulullah,” pesannya.
Ustaz Shobirin mengingatkan jamaah untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan serta menjaga kebhinekaan sebagai wujud cinta tanah air yang sejalan dengan ajaran Islam.
Menjelang senja, acara ditutup dengan doa bersama dan pembagian simbolik pohon maulid. Tradisi khas masyarakat Bengalon yang dihiasi hasil bumi, telur, dan perlengkapan rumah tangga. Ratusan jamaah mengikuti hingga akhir dengan wajah bahagia, menunjukkan bahwa cinta kepada Rasulullah SAW hadir dalam kebersamaan dan ketulusan hati.(ADV/ProkopimKutim/BK)


