Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

Bengalon Menjaga Warisan Bumi, Merawat Budaya yang Tak Lekang Waktu

Di balik bentang karst dan kekayaan alam Bengalon, tersimpan cerita panjang tentang hubungan manusia dengan lingkungannya. Proses penilaian Geopark Nasional menjadi momentum bagi Kecamatan Bengalon untuk memperkuat upaya menjaga warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan tradisi lokal agar tetap hidup hingga generasi mendatang.

Redaksi by Redaksi
19 Agustus 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Bengalon Menjaga Warisan Bumi, Merawat Budaya yang Tak Lekang Waktu
Share on FacebookShare on WhatsApp

BENGALON — Sebuah kawasan tidak hanya dinilai dari apa yang terlihat di permukaan. Di balik bentang alam yang terbentuk jutaan tahun, tersimpan pula cerita manusia, budaya, dan pengetahuan lokal yang tumbuh bersama lingkungan sekitarnya.

Semangat itulah yang mengiringi langkah Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dalam menyambut proses validasi lapangan Tim Penilai Geopark Nasional dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Bagi pemerintah kecamatan, penilaian tersebut bukan semata tentang mengejar sebuah predikat. Lebih jauh, Geopark menjadi kesempatan untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian alam, penguatan budaya, serta pemanfaatan potensi daerah secara berkelanjutan.

Camat Bengalon Muhammad Harun Al Rasyid mengatakan, kawasan yang dimiliki Bengalon menyimpan potensi besar yang layak dikembangkan melalui konsep geopark.

Menurutnya, nilai sebuah geopark tidak hanya terletak pada kekayaan geologi, tetapi juga bagaimana kawasan tersebut mampu memberikan manfaat bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya.

“Alhamdulillah dengan kedatangan tim penilai Geopark dari pusat ini. Harapan kami prosesnya berjalan lancar dan memberikan hasil yang positif, karena potensi di Kecamatan Bengalon sangat besar jika sudah resmi menjadi Geopark Nasional,” ujarnya.

Harun menjelaskan, konsep geopark memiliki cakupan yang luas. Kawasan ini bukan hanya menjadi ruang perlindungan terhadap situs geologi, tetapi juga wadah pendidikan, penelitian, pengembangan wisata, hingga penguatan identitas masyarakat lokal.

Karena itu, momentum Geopark Bengalon diharapkan mampu mengangkat berbagai kekayaan budaya yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat.

Sejumlah tradisi lokal seperti Festival Pantai Sekerat, upacara adat Belian, Pesta Adat Tepian Budaya, hingga Mecaq Undat atau tradisi syukur atas hasil panen padi menjadi bagian dari kekayaan budaya yang terus dijaga.

Selain itu, berbagai ritual adat di kawasan Muara Bengalon juga menjadi bukti bahwa hubungan masyarakat dengan alam tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan ekonomi, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan spiritual.

“Harapan kami kelestarian alam, lingkungan, khususnya budaya yang ada di Bengalon ini bisa kita pelihara sampai ke anak cucu kita. Kita ingin mengangkat brand lokal Bengalon melalui momentum Geopark ini,” kata Harun.

Tidak hanya budaya, Bengalon juga memiliki kekayaan hayati yang menjadi penanda khas wilayah tersebut. Salah satunya Buah Bengalon, flora yang dipercaya menjadi asal-usul nama daerah itu.

Keberadaan tanaman tersebut kini semakin terbatas dan hanya ditemukan di lokasi tertentu dengan karakteristik geografis khusus. Kondisi itu menjadikannya bagian dari kekayaan alam yang perlu mendapat perhatian melalui upaya konservasi.

Potensi lain berada di kawasan karst Gunung Gergaji, Desa Tepian Langsat. Kawasan tersebut dikenal memiliki bentang alam khas serta keanekaragaman hayati yang tinggi.

Di kawasan ini juga terdapat Goa Tewet, situs yang memiliki nilai penting dari sisi ilmiah, sejarah, dan edukasi. Keberadaan goa tersebut menjadi salah satu unsur yang memperkuat nilai kawasan Bengalon dalam pengembangan Geopark.

Bagi Pemerintah Kecamatan Bengalon, status Geopark Nasional bukanlah garis akhir. Predikat tersebut justru menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga kawasan sekaligus membuka peluang pembangunan berbasis konservasi.

Pengembangan pariwisata berbasis alam dan budaya dinilai dapat menjadi jalan untuk menghadirkan manfaat ekonomi tanpa menghilangkan karakter asli wilayah.

Melalui kerja sama pemerintah, masyarakat adat, akademisi, dan dunia usaha, Bengalon berharap mampu menjadi bagian penting dalam perjalanan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menuju pengakuan nasional.

Sebab, yang ingin diwariskan bukan hanya bentang alam yang indah, tetapi juga pengetahuan, tradisi, dan identitas yang telah tumbuh bersama masyarakat Bengalon selama berabad-abad.(ADV/ProkopimKutim/BK)

 

Post Views: 395
Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
Benahi Rujukan Pasien, Dinkes Kutim Satukan Gerak Fasyankes

Benahi Rujukan Pasien, Dinkes Kutim Satukan Gerak Fasyankes

Potensi Besar Saja Tak Cukup, Kutim Perlu Birokrasi yang Ramah Investasi

Potensi Besar Saja Tak Cukup, Kutim Perlu Birokrasi yang Ramah Investasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved