Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

Aroma Gula Gaet dan Angin Laut: Titik Kumpul Hidupkan Ekonomi Pesisir

Di tepi poros Sangkulirang–Benua Baru, berdiri bangunan sederhana yang sarat makna — Pusat Kuliner Titik Kumpul. Bukan sekadar deretan kios, melainkan simbol kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menumbuhkan ekonomi pesisir Kutai Timur.

Redaksi by Redaksi
11 November 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Aroma Gula Gaet dan Angin Laut: Titik Kumpul Hidupkan Ekonomi Pesisir
334
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp
Post Views: 1

SANGKULIRANG – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama PT Ganda Alam Makmur (GAM) dan masyarakat Desa Benua Baru Ilir resmi meresmikan Pusat Kuliner Titik Kumpul, sebuah fasilitas publik yang diharapkan menjadi motor baru bagi geliat ekonomi lokal.

Peresmian dilakukan oleh Wakil Bupati Kutim H. Mahyunadi, ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti. Dalam sambutannya, ia menyebut pusat kuliner ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi ruang hidup baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah pesisir.

“Semoga tempat ini jadi destinasi baru di Sangkulirang. Kami berterima kasih kepada PT GAM yang telah berkontribusi menambah fasilitas publik untuk masyarakat,” ujar Mahyunadi.

Pusat Kuliner Titik Kumpul dibangun melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT GAM dengan menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Idaman. Fasilitas ini terdiri atas tujuh kios permanen, dua gazebo, ruang terbuka hijau, dan toilet umum, yang semuanya dirancang untuk mendorong tumbuhnya ekonomi mandiri di tingkat desa.

Perwakilan CSR PT GAM, Dody Zakaria, menyebut pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar tambang.

“Harapan kami, pusat kuliner ini menjadi tonggak utama peningkatan pendapatan Desa Benua Baru Ilir. Kami ingin ini jadi ikon desa dan wadah penguatan kompetensi pelaku UMKM,” ujarnya.

Sejak diresmikan, suasana kawasan kuliner itu langsung hidup. Aroma nasi kuning, mie goreng, hingga jajanan tradisional khas Sangkulirang seperti Gula Gaet menggoda pengunjung. Warga duduk di gazebo menikmati angin laut, sementara anak muda sibuk berfoto dan berbagi momen di media sosial.

Wabup Mahyunadi yang sempat mampir setelah melantik kepala desa dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tampak menyapa pedagang satu per satu. Ia sempat berseloroh saat membeli jajanan manis khas setempat.

“Makanan ini cocok untuk yang belum punya pasangan, namanya Gula Gaet,” ujarnya, disambut tawa warga.

Namun di balik suasana hangat itu, Mahyunadi mengingatkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan seharusnya tidak berhenti di infrastruktur semata.

“CSR harus memberikan dampak nyata. Masyarakat sekitar harus benar-benar merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan,” tegasnya.

Menurutnya, fasilitas seperti Titik Kumpul bukan hanya ruang ekonomi, tetapi juga ruang sosial yang memperkuat interaksi masyarakat. Ia berharap warga turut menjaga fasilitas agar tetap bersih dan berfungsi baik, karena keberlanjutan aset publik sangat bergantung pada rasa memiliki.

Secara geografis, pusat kuliner ini berada di jalur strategis menuju Desa Benua Baru Ulu dan Ilir, tidak jauh dari kawasan pesisir wisata Sangkulirang. Lokasi ini diyakini akan memperluas jangkauan pengunjung dan meningkatkan omzet pelaku UMKM setempat.

Pengelolaan Titik Kumpul kini diserahkan sepenuhnya kepada BUMDes Karya Idaman, memberi kesempatan bagi pemerintah desa untuk mengelola dan mengembangkan fasilitas ini secara mandiri. Dengan model ini, desa diharapkan tak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga penggerak utama ekonomi lokal.

Bagi masyarakat Benua Baru, Titik Kumpul adalah langkah kecil menuju kemandirian besar sebuah ruang yang lahir dari gotong royong dan harapan bahwa ekonomi pesisir Kutim bisa tumbuh dari bawah, bukan dari atas. (ADV/ProkopimKutim/BK)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Menghubungkan Ilmu dan Amal: IIQ–BAZNAS Kutim Bangun Ekosistem Pemberdayaan Berbasis Zaka

Menghubungkan Ilmu dan Amal: IIQ–BAZNAS Kutim Bangun Ekosistem Pemberdayaan Berbasis Zaka

Pulang ke Akar: Muara Pahu Sambut Anak Sungai yang Kini Jadi Pemimpin

Pulang ke Akar: Muara Pahu Sambut Anak Sungai yang Kini Jadi Pemimpin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved