Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

Pulang ke Akar: Muara Pahu Sambut Anak Sungai yang Kini Jadi Pemimpin

Di tepi Sungai Mahakam yang tenang, seorang pemimpin kembali ke pangkuan kampung halamannya. Bukan sebagai pejabat, melainkan sebagai anak kampung yang datang membawa rasa syukur — dan kerinduan yang tak pernah padam.

Redaksi by Redaksi
11 November 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Pulang ke Akar: Muara Pahu Sambut Anak Sungai yang Kini Jadi Pemimpin
236
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp
Post Views: 1

MUARA PAHU – Malam itu, tepian Muara Pahu diselimuti suasana haru dan bangga. Ratusan warga dari dua belas kampung di Kecamatan Muara Pahu berkumpul di balai desa untuk menyambut kepulangan Bupati Kutai Timur (Kutim) H. Ardiansyah Sulaiman, putra daerah yang lahir dan tumbuh di tanah itu. Dalam gelombang senyum dan pelukan hangat, Ardiansyah disambut bukan sebagai pejabat tinggi, melainkan sebagai “anak kampung” yang kembali pulang.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda dinas, melainkan perjalanan batin seorang pemimpin yang kembali menjejak tanah asal. Bagi Ardiansyah, Muara Pahu bukan hanya tempat lahir, melainkan ruang kehidupan yang membentuk nilai, karakter, dan semangat juangnya hingga menjadi pemimpin Kutai Timur hari ini.

“Kampung halaman selalu menjadi sumber semangat dan doa. Dari sini saya belajar arti kebersamaan, gotong royong, dan cinta terhadap tanah kelahiran. Nilai-nilai itu terus saya bawa dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin,” ujar Ardiansyah, suaranya bergetar di hadapan masyarakat.

Kedatangan Ardiansyah disambut Wakil Bupati Kutai Barat (Kubar) Nanang Adriani beserta istri, serta Camat Muara Pahu Maulidin Said dan jajaran pemerintahan setempat. Di antara deretan tamu kehormatan, tampak pula keluarga besar dan kerabat lama yang datang dari berbagai kampung. Mereka saling berpelukan, sebagian menangis, sebagian lain memanggil dengan panggilan masa kecil yang masih mereka ingat.

Camat Muara Pahu, Maulidin Said, menyebut momen ini sebagai bukti kuatnya ikatan emosional warga terhadap salah satu putra terbaik daerah itu.

“Ini bukan sekadar kunjungan, tapi kebanggaan bagi masyarakat Muara Pahu. Kami melihat ketulusan seorang pemimpin yang tak lupa asalnya,” katanya.

Suasana malam itu berubah menjadi hangat dan akrab. Para tetua adat menyampaikan doa dan harapan agar Ardiansyah senantiasa diberi kesehatan serta kekuatan dalam memimpin Kutim. Warga menyajikan makanan tradisional, sementara anak-anak duduk di barisan depan, mendengarkan kisah tentang masa kecil “Pak Ardi” — bocah yang dulu bermain di tepi sungai, kini menjadi bupati yang dihormati.

Ardiansyah pun mendengarkan cerita warga tentang perkembangan kampungnya. Sesekali ia tersenyum dan tertawa, mengenang masa kecil yang penuh kenangan sederhana. “Saya tidak pernah melupakan tempat ini,” ucapnya lirih.

Kehadiran Ardiansyah malam itu menjadi pengingat akan pentingnya akar dan nilai-nilai lokal dalam perjalanan seorang pemimpin. Di hadapan masyarakat yang menatapnya dengan bangga, ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak pernah lahir sendirian, melainkan tumbuh dari doa, dukungan, dan cinta tanah kelahiran.

“Kesuksesan saya adalah hasil doa orang tua, semangat masyarakat, dan nilai-nilai Muara Pahu yang membentuk saya,” ungkapnya.

Bagi masyarakat Muara Pahu, malam itu bukan sekadar penyambutan seorang pejabat, melainkan perayaan identitas dan harapan. Bahwa dari kampung kecil di tepian Mahakam, bisa lahir sosok besar yang tetap rendah hati. Bahwa cinta kampung halaman bukan nostalgia tapi sumber kekuatan untuk terus berbuat bagi negeri.

Muara Pahu menjadi saksi: seorang anak kampung yang kembali pulang, bukan untuk dikenang, tetapi untuk mengingat dari mana semua cerita dimulai. (ADV/ProkopimKutim/BK)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Dari Puing ke Pondasi Baru: 77 Rumah Layak Segera Berdiri di Batu Ampar

Dari Puing ke Pondasi Baru: 77 Rumah Layak Segera Berdiri di Batu Ampar

KPC Tempa 28 Tenaga Listrik Muda, Siap Menjadi Pembangkit Energi Lokal

KPC Tempa 28 Tenaga Listrik Muda, Siap Menjadi Pembangkit Energi Lokal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved