Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result

Aren Tak Sekadar Nira, Kutim Bidik Industri Turunan dari Kebun hingga Pasar

Tanaman aren mulai dilihat bukan sekadar komoditas perkebunan, melainkan sumber ekonomi baru yang mampu menciptakan banyak produk turunan. Melalui studi lapangan ke PT Sultan Aren Indonesia di Medan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mempelajari pola pengembangan aren terpadu yang menggabungkan budidaya, pengolahan, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan pasar.

Redaksi by Redaksi
20 Agustus 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Aren Tak Sekadar Nira, Kutim Bidik Industri Turunan dari Kebun hingga Pasar
Share on FacebookShare on WhatsApp

MEDAN — Potensi tanaman aren di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mendapat perhatian untuk dikembangkan menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi. Tidak hanya menghasilkan gula aren, tanaman ini juga memiliki beragam produk turunan yang berpeluang meningkatkan pendapatan masyarakat.

Peluang tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutim saat melakukan kunjungan lapangan ke Pondok Pesantren Al Hidayah binaan PT Sultan Aren Indonesia (SAI) di Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara.

Kunjungan yang dipimpin Wakil Bupati Kutim Mahyunadi tersebut menjadi bagian dari upaya mempelajari model pengembangan aren terpadu, mulai dari budidaya tanaman, pengolahan hasil, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan dan kewirausahaan.

Dalam kunjungan tersebut, Mahyunadi bersama rombongan melihat langsung proses produksi gula semut yang dikelola di lingkungan pesantren. Para santri tidak hanya memperoleh pendidikan agama, tetapi juga dibekali keterampilan mengolah hasil perkebunan menjadi produk bernilai jual.

Mahyunadi menilai model yang diterapkan PT Sultan Aren Indonesia menunjukkan bahwa pengembangan aren dapat dikembangkan lebih luas melalui konsep industri terpadu.

Menurutnya, hampir seluruh bagian tanaman aren memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

“Buah aren menghasilkan biji yang diolah menjadi kolang-kaling. Selain itu, pohon aren juga menghasilkan nira yang menjadi bahan baku gula aren, gula semut, hingga berbagai produk minuman,” ujar Mahyunadi.

Ia mengatakan, pengembangan aren tidak boleh berhenti pada produksi bahan mentah. Justru, nilai tambah terbesar dapat diperoleh ketika hasil perkebunan tersebut mampu diolah menjadi berbagai produk turunan.

Model pembinaan yang dilakukan PT Sultan Aren Indonesia, menurutnya, menjadi contoh bagaimana sektor perkebunan dapat berjalan beriringan dengan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

“Ini menjadi contoh bagaimana pendidikan dapat dipadukan dengan pengembangan sektor perkebunan dan kewirausahaan sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia yang produktif,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Kutim Aliansyah Saragih mengatakan, salah satu hal menarik dari kunjungan tersebut adalah keberadaan bibit Aren Genjah yang berasal dari Kutim.

Menurutnya, Kutim memiliki keunggulan karena telah memiliki pohon induk Aren Genjah yang ditetapkan Menteri Pertanian sebagai varietas Aren Genjah Nasional.

“Ke depan diperlukan pembangunan duplikat kebun induk aren genjah di luar kawasan Kandolo, mengingat pohon induk yang ada saat ini berada di kawasan Taman Nasional Kutai. Langkah tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan penyediaan bibit unggul,” jelas Aliansyah.

Ia menambahkan, tanaman aren memiliki potensi ekonomi yang sangat luas. Selain nira yang dapat diolah menjadi gula balok, gula semut, dan gula cair, aren juga menghasilkan kolang-kaling, ijuk, lidi, hingga batang yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.

Bahkan, pati aren juga dinilai memiliki peluang sebagai sumber pangan alternatif karena mengandung karbohidrat dan berpotensi mendukung program ketahanan pangan.

Karena itu, Pemkab Kutim membuka peluang kerja sama dengan PT Sultan Aren Indonesia dalam berbagai aspek, mulai dari pengembangan bibit unggul, peningkatan kapasitas petani, penguatan industri pengolahan, pemasaran, hingga kelembagaan kelompok tani.

Aliansyah menyebut, pola pengembangan yang telah diterapkan di Sumatera Utara dapat menjadi referensi bagi Kutim dalam membangun rantai usaha aren yang lebih kuat.

Pengelola Ponpes Al Hidayah sekaligus rumah produksi, Gazali, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai tanaman aren memiliki dua manfaat besar, yakni menjaga lingkungan sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat untuk membudidayakan tanaman aren karena selain merupakan tanaman konservasi yang mampu menjaga kesuburan lahan, aren juga memberikan nilai ekonomi yang tinggi dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Bagi Kutim, pengembangan aren memiliki peluang strategis karena daerah ini telah memiliki modal awal berupa varietas unggul Aren Genjah Kandolo. Tantangannya kini adalah bagaimana memperluas budidaya, meningkatkan kapasitas petani, serta membangun industri pengolahan agar manfaat ekonomi tidak berhenti di tingkat produksi.

Melalui pembelajaran dari PT Sultan Aren Indonesia, Pemkab Kutim berharap dapat membangun ekosistem aren yang lebih lengkap, dari penyediaan bibit, kebun produksi, pengolahan, hingga pemasaran.

Jika rantai tersebut dapat terbangun, aren tidak hanya menjadi tanaman perkebunan, tetapi juga dapat tumbuh menjadi salah satu penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Kutai Timur. (ADV/ProkopimKutim/BK)

 

Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
Dari Seragam hingga Biaya Belajar, Beasiswa Kutim Jaga Asa Siswa

Dari Seragam hingga Biaya Belajar, Beasiswa Kutim Jaga Asa Siswa

Delapan Hektare Disiapkan, Tunas Sekolah Rakyat Tumbuh di Simono

Delapan Hektare Disiapkan, Tunas Sekolah Rakyat Tumbuh di Simono

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved