SANGATTA — Aktivitas perdagangan di pasar menjadi salah satu gambaran paling nyata tentang denyut ekonomi masyarakat. Di tengah perubahan harga, tantangan rantai pasok, hingga dinamika ekonomi global, para pedagang membutuhkan ruang bersama agar mampu menghadapi berbagai tantangan secara lebih terorganisasi.
Semangat tersebut menjadi dasar pengukuhan Asosiasi Pedagang Pasar Induk Sangatta (APPISTA) oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman di kawasan Pasar Induk Sangatta (PIS). Kehadiran organisasi ini diharapkan menjadi penguat bagi pedagang dalam mengembangkan usaha sekaligus memperluas komunikasi dengan pemerintah daerah.
Prosesi pengukuhan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kutim Jimmi serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim Nora Ramadani.
Ketua Umum APPISTA terpilih, Sudarman, mengatakan organisasi yang telah dibentuk sejak 2019 tersebut memiliki tujuan utama sebagai wadah aspirasi para pedagang.
Menurutnya, keberadaan asosiasi diperlukan agar berbagai kebutuhan dan persoalan pedagang dapat disampaikan melalui jalur yang lebih terarah.
“Kami berharap APPISTA menjadi wadah aspirasi bagi seluruh anggota. Fokus utama kami adalah ikut serta dalam mendorong tingkat kesejahteraan para pedagang di Pasar Induk Sangatta,” ujar Sudarman.
Ia menambahkan, APPISTA juga diharapkan mampu memperkuat solidaritas antarpedagang serta membuka peluang kerja sama dalam pengembangan aktivitas perdagangan di pasar.
Kepala Disperindag Kutim Nora Ramadani mengapresiasi terbentuknya organisasi tersebut. Menurutnya, pedagang pasar memiliki peran penting dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Nora mengungkapkan, sektor perdagangan saat ini menghadapi tantangan yang cukup kompleks. Perubahan kondisi ekonomi global, termasuk konflik geopolitik di sejumlah kawasan, turut berdampak terhadap harga bahan baku dan rantai distribusi.
“Konflik yang terjadi di Timur Tengah memberikan pengaruh terhadap harga bahan baku kimia yang mengalami kenaikan sekitar 30 hingga 50 persen. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap berbagai sektor usaha,” jelasnya.
Meski menghadapi tekanan eksternal, Nora menyebut kondisi Pasar Induk Sangatta tetap berjalan kondusif. Ia mengapresiasi para pedagang yang mampu menjaga suasana pasar tetap aman dan terbebas dari praktik-praktik yang mengganggu aktivitas usaha.
“Pedagang pasar induk adalah salah satu penyumbang PAD yang signifikan. Kami sangat mengapresiasi program-program yang disusun APPISTA untuk memajukan pasar ini,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyoroti kondisi ekonomi daerah yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami dinamika cukup besar. Ia menjelaskan adanya perubahan laju pertumbuhan ekonomi Kutim yang dipengaruhi oleh kondisi sektor pertambangan.
“Tahun 2024, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kutim sempat mencapai 9,82 persen. Namun, pada tahun 2025 angka tersebut mengalami koreksi menjadi sekitar 1,05 persen hingga 1,3 persen,” ujar Ardiansyah.
Menurutnya, perubahan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh perlambatan sektor pertambangan akibat kebijakan pengendalian eksplorasi produk tambang. Kondisi itu kemudian memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat secara umum.
Meski demikian, Ardiansyah menilai sektor ekonomi lainnya masih menunjukkan potensi besar. Jika sektor pertambangan tidak dihitung, pertumbuhan ekonomi Kutim disebut mampu mencapai angka sekitar 11 persen yang didorong oleh sektor perkebunan, industri pengolahan, dan perdagangan.
“Kita melihat ada kekuatan ekonomi lain yang terus bergerak. Salah satunya perdagangan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat kerja sama dengan lembaga keuangan, termasuk BPR Kutim, untuk mendukung akses permodalan bagi pelaku usaha.
Menurut Ardiansyah, keberadaan organisasi seperti APPISTA dapat menjadi mitra strategis dalam membangun ekonomi kerakyatan.
“Saya yakin perbankan merasa senang melihat mitra mereka sangat bersemangat melalui wadah APPISTA ini,” tutupnya.
Melalui pengukuhan APPISTA, Pemerintah Kabupaten Kutim berharap para pedagang Pasar Induk Sangatta memiliki wadah yang lebih kuat untuk berkembang. Organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi penghubung antara kebutuhan pedagang, kebijakan pemerintah, serta upaya menjaga keberlanjutan sektor perdagangan daerah. (ADV/ProkopimKutim/BK)


