Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara DPRD Kutai Timur

Anggota DPRD Kutim Dorong Pemetaan Lahan Potensial untuk Ketahanan Pangan

Redaksi by Redaksi
24 November 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Anggota DPRD Kutim Dorong Pemetaan Lahan Potensial untuk Ketahanan Pangan
303
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp
Post Views: 2

SANGATTA—Permasalahan pangan menjadi perhatian Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, dr. Novel Tyty Paembonan. Ia  menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pengelolaan serta pembukaan lahan pertanian. 

Hal ini penting untuk memastikan program ketahanan pangan dapat berjalan optimal. Menurutnya, masih sering terjadi ketidaksinkronan antara kebijakan pusat dan daerah selama ini, yang mengakibatkan banyak program pertanian tidak berlanjut atau tidak tepat sasaran.

Urgensi pemetaan ulang lahan

Untuk mengatasi hal tersebut, Novel Paembonan mendorong agar Dinas Pertanian Kutai Timur bersama instansi terkait melakukan pemetaan ulang terhadap lahan-lahan potensial. Lahan-lahan ini kemudian bisa dikembangkan menjadi kawasan pangan berkelanjutan.

Ia berharap kolaborasi lintas sektor ini tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk program nyata di lapangan. “Kita ingin ketahanan pangan tidak hanya jadi slogan, tapi jadi gerakan bersama,” pungkasnya.

Faktanya, saat ini permasalahan pangan memang menjadi masalah serius. Prof. Subejo, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) di bidang Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, menyatakan masalah penyempitan atau alih fungsi lahan pertanian sebagai tantangan serius yang mengancam ketahanan pangan nasional. 

Sinkronisasi kunci keberhasilan

Novel Paembonan menjelaskan bahwa program pembukaan lahan pertanian harus direncanakan secara matang, mencakup aspek legalitas lahan, dukungan infrastruktur, hingga kesiapan petani di lapangan.

Pemerintah daerah, kata dia, memiliki peran strategis untuk memastikan setiap rencana pembangunan pertanian sejalan dengan arah kebijakan nasional. “Yang pasti, kita selalu kerja sama pemerintah pusat dan daerah terkait dengan masalah pembukaan lahan pertanian,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kesamaan arah perencanaan. Antara pusat dan daerah harus betul-betul sejalanan, supaya dalam perencanaan dan  kemudian support terhadap rencana kegiatan dapat berjalan dengan baik. 

Sinergi yang baik ini akan memberikan dampak positif yang signifikan. “Kalau rencana pusat dan daerah bisa satu arah, bukan hanya hasilnya yang meningkat, tapi petani juga akan lebih semangat karena merasa didukung,” tambahnya. (ADV)

 

Redaksi

Redaksi

Next Post
Memastikan Masa Depan Cerah, Anggota DPRD Kutim Dorong Pemerataan Akses Pendidikan 

Memastikan Masa Depan Cerah, Anggota DPRD Kutim Dorong Pemerataan Akses Pendidikan 

Refleksi dan Harapan Penguatan Ekonomi Rakyat pada HUT Kutai Timur

Refleksi dan Harapan Penguatan Ekonomi Rakyat pada HUT Kutai Timur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved