Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Kominfo Kutim

Anggaran Seret, Program ‘Genting’ Tetap Jadi Andalan DPPKB Cegah Stunting di Kutai Timur

Redaksi by Redaksi
12 November 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Anggaran Seret, Program ‘Genting’ Tetap Jadi Andalan DPPKB Cegah Stunting di Kutai Timur
7
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp
Post Views: 1

Kutai Timur – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur terus memperkuat upaya penanganan stunting melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), sejalan dengan 50 program unggulan Bupati. Meski angka stunting di daerah tersebut mengalami penurunan, persentasenya masih tergolong tinggi, sementara keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan program pencegahan di lapangan.

DPPKB mengembangkan program kerja yang sejalan dengan 50 program unggulan Bupati, khususnya dalam penanganan stunting melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

“Iya program kita itu ada namanya Genting, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting”, kata Anik Saidah Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB. (7/10/2025).

Dirinya menambahkan bahwa angka stunting di Kutai Timur walaupun relatif menurun tapi masih cukup tinggi, yaitu 26%, dengan rincian 21% dalam kategori stunting dan 5% lainnya termasuk dalam kategori sangat stunting.

“Untuk yang 5% itu artinya yang memerlukan penanganan khusus karena disertai riwayat seperti penyakit jantung atau diabetes yang diwariskan secara genetik dari orang tua”, jelasnya.

Lebih lanjut Anik Saidah mengungkapkan keprihatinannya terkait keterbatasan anggaran yang ada, sementara upaya pencegahan stunting sangat penting dan mendesak untuk dilaksanakan secara optimal.

“Kami menilai anggaran yang ada saat ini masih terbatas untuk pelaksanaan program pencegahan stunting, apalagi mengingat jarak antar kecamatan yang cukup jauh. Di triwulan ke 4 ini kita juga sudah kehabisan anggaran”, katanya.

Pihaknya juga menyampaikan ada kaloborasi antara pemerintah desa dan kecamatan untuk bersama-sama menyukseskan program penanganan stunting ini. Ia berharap penanganan stunting ini bisa menjadi perhatian khusus pemerintah daerah.

“Tadi kita sudah bertemu dengan DPRD Kabupaten Komisi D, kita sampaikan masalah kekurangan anggaran. Pihak DPRD Kabupaten sangat terbuka dan akan membahasnya kembali dengan badan anggaran”, pungkasnya (ADV)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Peresmian Kejari Kutim, Bupati Minta Maaf Belum Bisa Bangun Lapas 

Peresmian Kejari Kutim, Bupati Minta Maaf Belum Bisa Bangun Lapas 

Bupati Kutim Bukakan Pintu Lebar bagi Investor: “Kita Punya Segalanya”

Pemkab Kutim Siapkan Akses Jalan untuk Geopark Mangkalihat Setelah Penetapan Resmi Provinsi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved