Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

Agar Pahlawan Tak Sekadar Nama, Kutim Hadirkan Sejarah lewat Film

Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka, jarak generasi dengan masa perjuangan semakin panjang. Pemkab Kutai Timur ingin ingatan itu tetap sampai kepada anak-anak melalui medium yang dekat dengan mereka. Pada 16–17 Agustus 2026, ratusan pelajar akan diajak menyaksikan film perjuangan sekaligus mengenal kembali orang-orang yang mempertaruhkan hidup demi kemerdekaan.

Redaksi by Redaksi
15 Agustus 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Agar Pahlawan Tak Sekadar Nama, Kutim Hadirkan Sejarah lewat Film
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA — Perayaan kemerdekaan tidak hanya hadir melalui upacara, perlombaan dan kemeriahan Agustus. Di Kutai Timur (Kutim), peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia juga akan menjadi ruang bagi generasi muda untuk kembali mengenal perjalanan bangsa melalui film.

Pemkab Kutim menjadwalkan pemutaran film sejarah perjuangan pada 16–17 Agustus 2026 di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi. Ratusan pelajar dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas sederajat di Sangatta dan sekitarnya akan diundang mengikuti nonton bareng tersebut.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan kegiatan itu sengaja diarahkan kepada generasi muda. Pemerintah daerah ingin momentum kemerdekaan tidak hanya dirayakan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan kembali pelajar dengan cerita perjuangan yang melahirkan Indonesia.

“Dalam momentum HUT RI tahun ini, kita ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dan menyentuh langsung generasi muda. Pemutaran film perjuangan ini bertujuan agar anak-anak kita tidak melupakan sejarah serta makin mengenal pahlawan-pahlawan bangsa yang telah berkorban demi kemerdekaan,” ujar Ardiansyah.

Film dipilih sebagai medium untuk membawa sejarah lebih dekat kepada pelajar. Melalui gambar, dialog dan perjalanan tokoh, peristiwa yang selama ini lebih banyak mereka jumpai dalam buku pelajaran dapat hadir dalam bentuk yang berbeda.

Salah satu sosok yang akan dikenalkan adalah Panglima Besar Jenderal Soedirman. Perjalanan perjuangannya menjadi bagian penting dalam sejarah mempertahankan kemerdekaan Indonesia, terutama ketika memimpin perang gerilya dalam kondisi kesehatan yang memburuk.

Kisah tersebut membawa nilai yang ingin disampaikan kepada generasi muda. Keteguhan, keberanian, pengorbanan dan kesediaan mendahulukan kepentingan bangsa menjadi bagian dari keteladanan yang dapat dipetik tanpa harus membuat pelajar mengalami zaman yang sama.

Bagi Ardiansyah, upaya mengenalkan kembali sejarah semakin penting ketika generasi muda tumbuh di tengah arus informasi yang begitu cepat. Mereka memiliki akses terhadap beragam pengetahuan dari berbagai penjuru dunia, tetapi pada saat bersamaan tetap perlu mengenali perjalanan bangsanya sendiri.

“Kita khawatir anak-anak kita perlahan lupa akan perjuangan para pahlawan. Kutai Timur dan Indonesia ini adalah bangsa yang besar dan memiliki segalanya. Namun, kekayaan itu harus diimbangi dengan karakter generasi penerus yang paham sejarah dan memiliki rasa cinta tanah air yang kuat,” tegasnya.

Kekhawatiran tersebut membuat pendidikan sejarah tidak cukup dipandang sebagai urusan menghafal nama, tahun maupun rangkaian peristiwa. Nilai yang berada di balik suatu peristiwa menjadi bagian penting agar sejarah memiliki hubungan dengan kehidupan generasi sekarang.

Momentum HUT ke-81 RI memberikan konteks yang tepat untuk menghadirkan kembali nilai tersebut. Ketika berbagai simbol kemerdekaan hadir sepanjang Agustus, pelajar juga diajak memahami bahwa kebebasan yang mereka nikmati hari ini memiliki perjalanan panjang di belakangnya.

Melalui pemutaran film, Pemkab Kutim berharap keteladanan para pahlawan dapat diterima dengan cara yang lebih komunikatif. Film tidak menggantikan pembelajaran sejarah di sekolah, tetapi dapat menjadi pintu lain yang membuat pelajar tertarik mencari tahu lebih jauh mengenai tokoh maupun peristiwa yang mereka saksikan.

Kegiatan tersebut sekaligus memperluas makna perayaan kemerdekaan bagi anak-anak. Kegembiraan tetap menjadi bagian dari peringatan, tetapi di dalamnya terdapat ruang untuk memahami mengapa kemerdekaan dirayakan setiap tahun.

Pemahaman itu menjadi penting karena generasi yang hidup pada 2026 tidak lagi bersentuhan langsung dengan pengalaman perang kemerdekaan. Jarak waktu membuat ingatan mengenai perjuangan bergantung pada bagaimana cerita tersebut diwariskan melalui keluarga, sekolah, buku, film maupun berbagai medium lainnya.

Karena itu, menghadirkan sejarah kepada generasi muda juga merupakan pekerjaan menjaga ingatan. Bukan agar mereka hidup dalam romantisme masa lalu, melainkan supaya memahami bahwa kehidupan bangsa hari ini dibangun melalui keputusan, keberanian dan pengorbanan generasi sebelumnya.

Dari pemahaman tersebut, nilai kepahlawanan dapat memperoleh bentuk baru dalam kehidupan sekarang. Patriotisme bagi pelajar tidak harus diwujudkan dengan mengangkat senjata, tetapi dapat tumbuh melalui kesungguhan belajar, disiplin, kepedulian terhadap sesama, menjaga persatuan serta mengambil tanggung jawab terhadap lingkungan.

Pemutaran film pada 16–17 Agustus nanti diharapkan menjadi salah satu ruang untuk menanamkan pemaknaan tersebut. Pelajar datang untuk menonton, tetapi pemerintah berharap mereka pulang membawa lebih dari sekadar cerita sebuah film.

Di tengah gegap gempita perayaan HUT ke-81 RI, Pemkab Kutim ingin mengingatkan bahwa kemerdekaan memiliki cerita sebelum menjadi perayaan. Dengan mempertemukan pelajar dan kisah para pahlawan, ingatan mengenai perjuangan itu diharapkan tetap berjalan dari satu generasi menuju generasi berikutnya. (ADV/ProkopimKutim/BK)

 

Post Views: 446
Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
Gagasan Sulisman: Jalan Baru Tenaga Kerja Kutim di Tengah Perubahan Ekonomi

Gagasan Sulisman: Jalan Baru Tenaga Kerja Kutim di Tengah Perubahan Ekonomi

Gelar Bukan Garis Akhir, Mahasiswa UT Kutim Ditantang Jadi Penggerak

Gelar Bukan Garis Akhir, Mahasiswa UT Kutim Ditantang Jadi Penggerak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved