SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar Sosialisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) bagi puluhan pelaku UMK dan Non-UMK di Pelangi Room Hotel Royal Victoria, Sangatta. Agenda strategis ini dibuka langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman guna memperkuat transparansi kepatuhan investasi di daerah.
Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti sebanyak 80 pelaku usaha secara bertahap. Pertemuan difokuskan untuk memberikan edukasi serta pendampingan teknis agar para investor dapat menyampaikan data LKPM melalui sistem Online Single Submission (OSS) secara presisi, akurat, dan terhindar dari sanksi administratif.
Kepala DPMPTSP Kutim Novian Prananta menegaskan, sosialisasi ini merujuk pada regulasi terbaru Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 dan Permen Investasi/BKPM Nomor 5 Tahun 2025. Menurutnya, akurasi data LKPM sangat penting mengingat kinerja investasi Kutim menunjukkan tren positif, di mana realisasi investasi 2025 mampu menembus Rp 20,07 triliun (160,06 persen dari target Rp 12,5 triliun).
Memasuki tahun 2026, Kutim dibebani target investasi sebesar Rp 18,42 triliun, dengan capaian triwulan pertama telah menyentuh Rp 3,18 triliun atau sekitar 17,28 persen.
Dalam pengarahannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menekankan bahwa pelaporan LKPM yang tertib bukan sebatas pemenuhan syarat birokrasi, melainkan fondasi penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi daerah serta memetakan potensi investasi non-tambang secara terukur.
“Data LKPM yang akurat menjadi acuan kita untuk memetakan arah pembangunan. Kami ingin investasi di Kutim tidak hanya bertumpu pada sektor migas dan batu bara yang saat ini menyumbang 70 persen PDRB, melainkan bergeser ke sektor hilirisasi pertanian, perikanan, pariwisata, hingga pengolahan hasil komoditas lokal,” terang Ardiansyah.
Kabar baik turut disampaikan Bupati terkait konektivitas pendukung iklim investasi. Pekan ini, Bandara Tanjung Bara resmi beroperasi melayani penerbangan umum rute Balikpapan–Jakarta berkat kolaborasi Pemkab Kutim, PT Kaltim Prima Coal (KPC), dan Dinas Perhubungan.
Perluasan landasan pacu (runway) dan fasilitas terminal bandara tersebut kini tengah dikaji bersama perguruan tinggi agar ke depan mampu disinggahi pesawat berkapasitas besar. Kemudahan aksesibilitas transportasi ini diyakini makin mempermudah mobilitas investor dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi masyarakat Kutai Timur. (ADV/ProkopimKutim/BK)


