Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Politik dan Pemerintahan

Andi Saharuddin Soroti Menyusutnya Lahan Pertanian di Kota Samarinda

Redaksi by Redaksi
23 Februari 2025
Reading Time: 1 min read
0
Andi Saharuddin Soroti Menyusutnya Lahan Pertanian di Kota Samarinda
3
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp
Post Views: 3

Samarinda – Ketahanan pangan di Samarinda menghadapi ancaman serius seiring dengan menyusutnya lahan pertanian akibat pesatnya perkembangan kota. Wakil Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Andi Saharuddin, menilai pemerintah perlu memberi perhatian lebih pada mobilitas penyuluh pertanian yang menghadapi kendala akses di kawasan pinggiran.

“Mobilitas penyuluh itu penting. Mereka turun ke lapangan dengan kondisi sebaran pertanian Samarinda berada di pinggiran kota,” ujarnya.

Samarinda, yang lebih dikenal sebagai pusat jasa dan perdagangan, memang bukan sentra pertanian. Namun, kawasan seperti Makroman, Lempake, dan Bentuas masih memiliki lahan pertanian yang menjadi sumber utama kebutuhan lokal. Sayangnya, akses menuju area ini sering kali menjadi hambatan bagi para penyuluh yang bertugas memberikan pendampingan kepada petani.

Menurut Andi Saharuddin, penyuluh pertanian memiliki peran vital dalam menjaga produktivitas dan keberlanjutan sektor ini. “Kalau tidak ada dukungan fasilitas, bagaimana mereka bisa menjalankan tugasnya dengan optimal? Ketahanan pangan kita bisa semakin rapuh,” tegasnya.

Dia menyoroti pentingnya transportasi yang layak agar para penyuluh bisa lebih efektif dalam memberikan edukasi dan inovasi kepada petani lokal.

Selain kendala mobilitas penyuluh, ancaman utama lainnya adalah alih fungsi lahan yang semakin marak. Perkembangan infrastruktur dan permukiman di Samarinda kerap mengorbankan area pertanian. Tanpa regulasi yang ketat dan kebijakan yang berpihak pada pertanian, kota ini akan semakin bergantung pada pasokan dari daerah lain. “Kalau kita terus-terusan bergantung, kita kehilangan kendali atas ketahanan pangan kita sendiri,” tambah Andi.

Untuk itu, dia mendorong Pemerintah Kota Samarinda agar tidak hanya fokus pada sektor jasa dan perdagangan. Menurutnya, pertanian juga merupakan sektor strategis yang harus mendapatkan perhatian serius.

“Jangan hanya sibuk memoles sektor jasa. Kalau kita benar-benar peduli dengan ketahanan pangan, harus ada kebijakan konkret yang mendukung pertanian,” pungkasnya.

Redaksi

Redaksi

Next Post
Rusdi Doviyanto Dorong Destinasi Baru, Untuk Kembangkan Sektor Wisata di Samarinda

Rusdi Doviyanto Dorong Destinasi Baru, Untuk Kembangkan Sektor Wisata di Samarinda

Rusdi Doviyanto Desak Percepatan Solusi Krisis Air Bersih di Samarinda

Rusdi Doviyanto Desak Percepatan Solusi Krisis Air Bersih di Samarinda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved