Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Kominfo Kutim

Hampir Semua Bimtek Terhenti, Disperindag Kutim Akui Pembinaan IKM Paling Terdampak Efisiensi Anggaran

Redaksi by Redaksi
21 November 2025
Reading Time: 1 min read
0
Disperindag Kutim Beri Edukasi Bahan Baku Nyaman agar Batik Lokal Lebih Kompetitif
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA – Pemangkasan anggaran 2025 berimbas besar pada sektor pembinaan IKM di Kabupaten Kutai Timur. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengakui bahwa hampir seluruh kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang sebelumnya rutin dilaksanakan kini tidak dapat digelar lagi.

Kepala Disperindag Kutai Timur, Nora Ramadhani, tanpa ragu menggambarkan perubahan drastis tersebut.

“Namun di tahun ini semuanya agak berkurang karena adanya efisiensi. Terus terang tidak bisa dipungkiri. Jadi ada sebagian yang tidak terlalu… Hampir tidak ada. Hampir tidak ada sekarang,” ungkapnya.

Dulu, bimtek menjadi ruang belajar utama bagi pelaku IKM untuk meningkatkan keterampilan produksi, manajemen usaha, dan pemasaran. Mereka mendapatkan pelatihan langsung dari instruktur profesional yang didatangkan ke desa maupun kecamatan. Kini, ruang pembelajaran itu hilang hampir sepenuhnya.

Minimnya pelatihan ini dikhawatirkan berdampak jangka panjang terhadap kualitas produk, inovasi usaha, dan daya saing pelaku IKM Kutai Timur. Banyak pelaku usaha kecil yang bergantung pada pelatihan pemerintah untuk memperluas pengetahuan dan mengadopsi teknik produksi baru.

Dengan situasi ini, beban pembinaan bergeser ke model lain yang belum tentu terjangkau oleh pelaku usaha kecil, seperti pelatihan berbayar atau pembelajaran mandiri. Kondisi tersebut dapat memperlebar kesenjangan antara IKM yang mapan dan IKM pemula yang lebih membutuhkan pendampingan.

Efisiensi anggaran menjadi tantangan paling serius bagi Disperindag pada 2025. Tanpa inovasi pola pembinaan alternatif, kualitas IKM dikhawatirkan stagnan. Sementara persaingan usaha terus berubah dinamis pasca pandemi, IKM Kutim dituntut memiliki kapasitas untuk merespons kebutuhan pasar yang semakin kompleks. (ADV)

Post Views: 11
Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
Ketika 80% Anggaran Terserap, Apa yang Dirasakan Warga Kutai Timur?

Ketika 80% Anggaran Terserap, Apa yang Dirasakan Warga Kutai Timur?

Pemkab Kutim Dorong Perlindungan Sosial bagi Pekerja Rentan di Kaubun

Menjaga Kesejukan Informasi di Kutai Timur lewat Penguatan Kompetensi Wartawan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved