
Kutai Timur — Peresmian gedung baru Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Timur (Kutim) menjadi tonggak penting bagi penguatan pelayanan hukum di daerah. Hadir dalam acara tersebut perwakilan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Polres Kutim, serta unsur Forkopimda lainnya. Meski merayakan capaian infrastruktur baru, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyampaikan permohonan maaf karena satu kebutuhan vital belum dapat diwujudkan: pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kutim.
“Nah, ada hal yang mungkin kami banyak-banyak selalu meminta maaf, karena sampai sekarang kami belum mampu untuk membangun Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) yang sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Ardiansyah menegaskan bahwa kebutuhan Lapas sebenarnya sudah sangat mendesak. Pihak kejaksaan dan kepolisian, kata dia, telah berulang kali menyampaikan permohonan resmi agar Kutim memiliki fasilitas pemasyarakatan sendiri. Namun, hingga kini, kapasitas fiskal daerah belum memungkinkan pembangunan tersebut.
“Karena terus terang, baik pihak kejaksaan, pihak kepolisian, ini memang sudah betul-betul bermohon. Dan terpaksa beberapa tahun terakhir ini kita mengirimkan mereka ke Lapas Bontang, yang memang penghuninya itu sudah 3 sampai 4 kali lipat dari kemampuan Lapas Bontang,” jelasnya.
Pengiriman tahanan ke Bontang menimbulkan persoalan baru: kelebihan kapasitas yang sudah melampaui batas. Kondisi tersebut bukan hanya menekan ruang gerak pembinaan, namun juga menghambat proses pemidanaan yang ideal. Ardiansyah menyebut bahwa keterbatasan anggaran dan prioritas infrastruktur dasar lain menjadi alasan pembangunan Lapas belum bisa dimulai.
Meski demikian, ia memastikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan agenda untuk merealisasikan proyek tersebut. Ardiansyah optimistis pembangunan Lapas Kutim dapat dimulai pada tahun 2026, seiring peningkatan kemampuan fiskal serta penyelesaian sejumlah proyek prioritas lainnya.
Dengan hadirnya gedung Kejari baru dan rencana pembangunan Lapas di masa mendatang, Pemkab Kutim berharap tata kelola hukum dapat berjalan lebih efektif, mandiri, dan tidak lagi bergantung pada fasilitas di daerah lain. (ADV)


