SANGATTA SELATAN – Menjelang Iduladha, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kutai Timur memilih turun langsung ke lapangan. Sejak pagi, rombongan bergerak menyusuri sejumlah titik di Kecamatan Sangatta Selatan, dari pasar tradisional hingga agen resmi elpiji, untuk membaca denyut harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok.
Pasar tradisional Sangatta Selatan menjadi tujuan pertama. Di lorong-lorong sempit yang dipenuhi pedagang sayur, daging, beras, dan cabai, anggota TPID mencocokkan data di atas kertas dengan kenyataan di lapangan. Hasilnya, stok pangan pokok dinilai masih aman, sementara pergerakan harga masih dalam rentang yang dianggap wajar.
“Pemantauan seperti ini penting agar kita tidak hanya mengandalkan laporan di meja. Sampai hari ini situasi terkendali, belum ada gejolak yang mengkhawatirkan,” kata Kepala Bagian Ekonomi Setkab Kutim, Vita Nurhasanah, yang memimpin sidak tersebut.
Dari pasar, langkah TPID beralih ke ketersediaan energi rumah tangga: elpiji 3 kilogram bersubsidi. Rombongan menyambangi agen resmi PT Berasal Kapar Bersaudara di Jalan HM Ardans, Kilometer 1 Sangatta Selatan. Di lokasi itu, tim menelisik distribusi, frekuensi pasokan, hingga tren permintaan masyarakat beberapa pekan terakhir.
Menurut keterangan pihak agen yang dihimpun TPID, aliran gas melon masih lancar, tanpa indikasi lonjakan permintaan. “Alhamdulillah stok gas 3 kilogram aman, dan permintaan belum terlalu signifikan. Kami berharap kondisi ini terjaga hingga Iduladha,” ujar Vita menambahkan.
Sidak ini menjadi bagian dari strategi TPID Kutim untuk meredam potensi inflasi, sekaligus mengantisipasi kelangkaan dan spekulasi harga yang kerap muncul menjelang hari besar keagamaan. Melalui kolaborasi dengan pemerintah kecamatan, pelaku usaha, hingga distributor logistik, TPID menegaskan komitmennya menjaga rasa aman warga.
“Kita ingin masyarakat menyambut Iduladha dengan tenang. Ketersediaan bahan pokok dan energi adalah syarat dasarnya,” tutup Vita. (ADV/ProkopimKutim/BK)


