Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

PAUD Harus Menyentuh Anak: Kutim Terapkan Deep Learning sebagai Cara Berpikir

Kutai Timur mulai menata ulang wajah pendidikan anak usia dini—bukan dengan menambah materi, tetapi dengan mengubah cara belajar anak: dari sekadar menghafal menjadi memahami dengan sadar, utuh, dan gembira.

Redaksi by Redaksi
8 November 2025
Reading Time: 2 mins read
0
PAUD Harus Menyentuh Anak: Kutim Terapkan Deep Learning sebagai Cara Berpikir
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA – Pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kutai Timur (Kutim) kini memasuki fase transformasi. Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mendorong penerapan pendekatan deep learning, sebuah paradigma pembelajaran yang menekankan kesadaran, pemahaman penuh makna, serta keceriaan dalam proses belajar anak.

Dorongan ini dipertegas melalui pelatihan intensif yang digelar Disdikbud bersama Lembaga Pendidikan dan Pelatihan EL Rahmah Samarinda dan Bidang Pendidikan Nonformal (PNF), diikuti oleh 54 pendidik serta pengembang kurikulum PAUD. Pelatihan dibuka langsung oleh Bunda PAUD Kutim, Ny. Hj. Siti Robiah, yang menyerukan pentingnya pembaruan kompetensi para pendidik sesuai arah kebijakan pendidikan nasional.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap prinsip deep learning sangat dibutuhkan untuk meningkatkan profesionalitas guru PAUD.

“Seluruh peserta diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip pendekatan ini serta menjadi agen perubahan di lembaga masing-masing,” katanya.

Dalam dunia teknologi, deep learning dikenal sebagai sistem pembelajaran bertingkat ala jaringan saraf tiruan. Namun dalam konteks PAUD, istilah ini bermakna jauh lebih humanis: sebuah cara berpikir yang mindful, meaningful, dan joyful. Anak diajak tidak hanya belajar, tetapi memahami—tidak hanya meniru, tetapi menyerap makna dari pengalaman belajar mereka.

Hal ini kembali ditegaskan oleh Bunda PAUD Kutim, Siti Robiah. Ia mengingatkan bahwa setiap perubahan kebijakan nasional menuntut peningkatan kompetensi yang tidak boleh berjalan lambat di daerah.

“Setiap lima tahun, kebijakan pendidikan selalu berubah. Tim pengembang kurikulum, penilik, dan pengembang karakter harus terus meng-upgrade diri agar program pusat bisa segera diimplementasikan dan diteruskan ke pendidik di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Ia berharap pendekatan deep learning menjadi budaya berpikir, bukan sekadar teknik pembelajaran.

Narasumber utama dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbudristek, Rizki Maysura, memuji antusiasme peserta. Menurutnya, inilah modal besar bagi Kutim untuk memulai transformasi pendidikan yang menyentuh inti tumbuh kembang anak.

“Deep learning bukan hanya teori. Ini tentang bagaimana menciptakan pengalaman belajar yang benar-benar menyentuh dimensi tumbuh kembang anak,” ungkapnya.

Disdikbud Kutim memastikan pelatihan ini bukan agenda sekali selesai. Program pendampingan dan pelatihan lanjutan akan terus digulirkan untuk memperkuat kapasitas guru PAUD secara berkelanjutan.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, narasumber nasional, dan para pendidik di lapangan, Kutim menegaskan komitmennya: menghadirkan PAUD yang tidak hanya membentuk anak yang cerdas, tetapi anak yang memahami, sadar, dan tumbuh dengan kegembiraan belajar. (ADV/ProkopimKutim/BK)

Post Views: 11
Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
Kutim di Forum Tiga Pilar: Ekonomi, Digitalisasi, dan Perlindungan Sosial Terintegrasi

Kutim di Forum Tiga Pilar: Ekonomi, Digitalisasi, dan Perlindungan Sosial Terintegrasi

Menikah di Waktu yang Indah: Kutim Bangun Generasi yang Siap dan Berdaya

Menikah di Waktu yang Indah: Kutim Bangun Generasi yang Siap dan Berdaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved