SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun desa yang berorientasi pada data dan bukti. Dengan menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) Kutim, Pemkab meluncurkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang diresmikan oleh Wakil Bupati H. Mahyunadi.
“Inisiatif ini bukan sekadar program administratif. Ini adalah langkah strategis untuk mendorong desa agar menjadi subjek yang menentukan arah kesejahteraan warganya,” tegas Mahyunadi.
Desa Cantik dirancang untuk memperkuat kemampuan desa dalam mengelola dan memanfaatkan data statistik secara mandiri. Melalui program ini, desa akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan untuk menghasilkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Desa Singa Gembara menjadi desa percontohan pertama yang akan mendapatkan pembinaan langsung dari BPS, termasuk dalam penyusunan SOP dan analisis statistik.
“Program ini memperkuat komitmen Kutim untuk mewujudkan desa yang cerdas data, mendorong tercapainya Kutim yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing,” tambah Mahyunadi. Kepala BPS Kutim, Widiantono, menekankan pentingnya budaya statistik dari akar rumput agar pembangunan desa lebih tepat sasaran.
“Desa Cantik bertujuan membuat perencanaan pembangunan lebih akurat dengan data yang valid,” katanya.
Dukungan dari Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim, Ronny Bonar Siburian, juga mengalir deras. Ia menilai Desa Cantik sebagai penguat kebijakan unggulan daerah lainnya, seperti Desa Presisi dan Desa Digital.
“Ketika data desa valid, maka kebijakan dapat lebih tepat sasaran,” ungkap Ronny.
Sebagai Wali Data Daerah, Diskominfo Staper berperan dalam mengintegrasikan sistem data lintas perangkat daerah.
“Kami berharap sinergi ini menciptakan ekosistem desa yang tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga pemimpin transformasi,” pungkasnya.
Dengan peluncuran Desa Cantik Kutim 2025, daerah ini mengambil langkah berani menuju revolusi pembangunan berbasis data. Di tengah tuntutan digitalisasi dan transparansi, Kutim membuktikan diri sebagai daerah yang siap membangun dari akar rumput dengan kekuatan data yang kuat. (ADV/ProkopimKutim/BK)


