Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

Warisan Bumi Kutim di Ambang Pengakuan, Sangkulirang-Mangkalihat Menuju Geopark Nasional

Kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat tengah memasuki tahap penting menuju penetapan sebagai Geopark Nasional. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyatakan kesiapan penuh mendukung proses verifikasi, dengan harapan kekayaan geologi, budaya, dan ekologi kawasan tersebut menjadi pintu menuju pengakuan yang lebih luas hingga tingkat internasional.

Redaksi by Redaksi
18 Agustus 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Warisan Bumi Kutim di Ambang Pengakuan, Sangkulirang-Mangkalihat Menuju Geopark Nasional
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA — Sebuah warisan alam tidak selalu hadir dalam bentuk bangunan megah atau peninggalan buatan manusia. Terkadang, ia tersimpan jutaan tahun dalam lipatan batuan, gua, dan bentang alam yang membentuk sejarah bumi.

Kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menjadi salah satu kekayaan tersebut. Kawasan karst yang membentang di wilayah Kutai Timur dan Berau kini berada di ambang langkah penting menuju pengakuan sebagai Geopark Nasional.

Momentum itu mengemuka dalam Malam Ramah Tamah bersama Tim Penilaian Geopark Sangkulirang-Mangkalihat yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutai Timur. Kegiatan tersebut menjadi ruang memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan tim penilai sebelum pelaksanaan verifikasi lapangan di sejumlah geosite.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyampaikan apresiasi atas kedatangan tim penilaian sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung seluruh tahapan menuju penetapan nasional.

Menurutnya, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat bukan hanya kawasan batuan karst, tetapi aset daerah yang menyimpan nilai geologi, ekologi, hingga potensi pengembangan wisata berbasis konservasi.

“Pemerintah Kabupaten Kutim sudah menandatangani kesanggupan agar Geopark Sangkulirang-Mangkalihat ini menjadi sebuah keputusan nasional dan bahkan kita juga siap mendukung sampai nanti menjadi keputusan Warisan UNESCO,” ujar Ardiansyah.

Ia menjelaskan, keberadaan kawasan karst tersebut telah menjadi bagian dari identitas Kutim. Kekayaan alam itu bahkan turut tercermin dalam berbagai representasi daerah, mulai dari lagu Mars Kutim hingga konsep promosi wisata daerah.

Setelah tahapan ramah tamah, Tim Verifikasi Geopark Nasional dijadwalkan melakukan peninjauan lapangan selama lima hari untuk memastikan kesesuaian antara dokumen usulan dengan kondisi nyata di kawasan geosite.

Proses verifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menuju status Geopark Nasional. Penilaian tidak hanya melihat aspek geologi, tetapi juga bagaimana kawasan tersebut dikelola, dilestarikan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Ketua Tim Verifikasi Prof. Mega Fatimah Rosana menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Kabupaten Kutim. Ia menjelaskan bahwa kehadiran tim merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait proposal pengusulan geopark.

“Kehadiran kami ini merupakan arahan dari Kementerian ESDM sesuai dengan proposal yang sudah diusulkan Pemkab Kutai Timur dan kami akan memverifikasi dokumen yang dibutuhkan serta peninjauan lokasi selama lima hari,” ujarnya.

Bagi Kutim, penetapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat memiliki arti lebih luas daripada sekadar predikat. Status tersebut dapat menjadi fondasi pengembangan kawasan berbasis pelestarian alam, pendidikan, penelitian, hingga pariwisata berkelanjutan.

Di tengah tantangan menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan konservasi, geopark menjadi konsep yang mempertemukan kepentingan ekonomi dengan perlindungan warisan alam.

Malam ramah tamah itu pun menjadi simbol satu komitmen bersama. Pemerintah daerah, tim penilai, dan para pemangku kepentingan bergerak dalam arah yang sama: membawa kekayaan alam Kutim memperoleh pengakuan yang layak.

Sebab, di balik bentang karst Sangkulirang-Mangkalihat, tersimpan cerita panjang bumi yang kini menunggu untuk dikenal lebih luas. (ADV/ProkopimKutim/BK)

 

Post Views: 316
Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
Khodijah dan Faradiba, Hafalan Bocah Kutim yang Memukau Khotmil Qur’an

Khodijah dan Faradiba, Hafalan Bocah Kutim yang Memukau Khotmil Qur’an

Sebelum Duduk di Kursi Komando, Letkol Zainal Lebih Dulu Menyusuri Kutim

Sebelum Duduk di Kursi Komando, Letkol Zainal Lebih Dulu Menyusuri Kutim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved