
Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai memperketat pengelolaan anggaran daerah sebagai respons terhadap dinamika fiskal dan kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks. Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan bahwa efisiensi anggaran menjadi keharusan, bukan pilihan, untuk memastikan setiap rupiah belanja daerah menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Ditemui di Gedung DPRD Kutim, Mahyunadi menyampaikan bahwa salah satu langkah strategis yang akan dilakukan adalah mengurangi kegiatan seremonial atau euforia yang dinilai tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan.
“Makanya ke depan apalagi kita ditambah dengan efisiensi anggaran, ya kita kurang – kurangin euforia,” tegasnya.
Menurut Mahyunadi, efisiensi anggaran bukan berarti memotong seluruh kegiatan, tetapi mengarahkan anggaran pada sektor yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Pengeluaran yang tidak mendesak akan dialihkan untuk memperkuat belanja produktif, terutama pada bidang infrastruktur dasar.
Ia menjelaskan bahwa pengendalian fiskal sangat penting mengingat Kutai Timur harus berjalan seiring dengan kebijakan nasional yang mengutamakan pembangunan ekonomi berkelanjutan dan peningkatan daya saing. Pemkab Kutim disebut perlu menata kembali prioritas agar penggunaan anggaran tepat sasaran dan tidak membebani keuangan daerah.
Di sisi lain, langkah efisiensi ini juga menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola dan mencegah pemborosan anggaran. Mahyunadi menegaskan bahwa Pemkab Kutim harus mampu membuktikan kepada publik bahwa anggaran daerah digunakan secara efektif dan transparan.
“Kita lebih banyak membangun infrastruktur yang selaras dengan pemerintah Indonesia, yang mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, diharapkan bisa mencapai 8 persen,” tambahnya.
Ia berharap langkah efisiensi anggaran ini didukung DPRD, perangkat daerah, hingga masyarakat. Menurutnya, kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan agar pembangunan yang dicanangkan pemerintah benar-benar memberikan manfaat luas dan membantu Kutai Timur menjadi daerah yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. (ADV)


