SANGATTA — Penguatan kualitas sanitasi dasar dan penataan lingkungan permukiman menjadi bahasan utama dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TPPS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang digelar di Ruang Arau, Kantor Bupati Kutim, Kamis (23/7/2026). Langkah konkret disiapkan pemerintah daerah guna mengentaskan ribuan rumah tangga yang belum memiliki sarana pembuangan limbah domestik secara layak.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi memberikan instruksi tegas kepada perangkat daerah teknis agar mempercepat pemenuhan fasilitas sanitasi warga. Ia menilai buruknya kualitas sanitasi dan belum tersedianya jamban sehat menjadi salah satu pemicu dominan berulangnya kasus stunting pada anak.
“Mengenai 1.700 Kepala Keluarga (KK) yang terdata belum memiliki jamban sehat, saya minta target penuntasannya bisa dipercepat sebelum 2030. Dinas Perkim dan Dinas PU harus bergerak cepat membangun sarana septic tank serta bilik sanitasi yang aman dan memadai,” ujar Mahyunadi secara langsung dalam pertemuan tersebut.
Tidak hanya sektor sanitasi rumah tangga, Wabup juga menyoroti kondisi fisik fasilitas kesehatan dasar. Dari total 319 Posyandu yang tersebar di Kutim, terdapat 153 Posyandu yang status tempatnya masih menumpang. Menyikapi hal itu, Dinas PU diminta menyiapkan alokasi fisik pembangunan 50 bangunan Posyandu baru secara bertahap, sembari mengoptimalkan dukungan pembiayaan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta di wilayah operasional Kutim.
Merespons arahan pimpinan daerah, Kepala Bidang Permukiman Dinas Perkim Kutim, M Noor, menegaskan kesiapan jajarannya untuk mengeksekusi program pembangunan sanitasi warga secara berkelanjutan.
“Kami siap merealisasikan pengadaan dan pembangunan 1.700 unit septic tank beserta sarana biliknya. Tim teknis akan langsung menyusun perencanaan anggaran dan pemetaan lapangan secara akurat agar seluruh usulan terakomodasi,” ungkap M Noor.
Di sisi lain, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Kutim, Irma Aryani, mengapresiasi sinergi lintas sektor tersebut. Berdasarkan pendataan dinas, wilayah pesisir seperti Pulau Miang menjadi salah satu area fokus yang membutuhkan penanganan sanitasi khusus.
Saat ini tingkat kelayakan sanitasi desa di Kutim telah menyentuh angka 87 persen, sehingga menyisakan 13 persen KK yang membutuhkan intervensi. Pada tahap awal, pembangunan difokuskan sebanyak 500 unit septic tank guna menguatkan komitmen pencapaian target 97 persen cakupan sanitasi layak di seluruh Kutai Timur. (ADV/ProkopimKutim/BK)


