Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Kominfo Kutim

Sinergi Pemkab, Dinas Pendidikan, RLH, dan PDAM Jadi Kunci Program Lansia dan Stunting di Kutim

Redaksi by Redaksi
13 November 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Dimulai Dari Hulu, Dari Rumah Stunting Dicegah
298
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Kutai Timur — Kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim) dalam menjalankan dua agenda besar, yakni pemberdayaan lansia dan percepatan penurunan stunting. Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menegaskan bahwa kedua program tersebut tidak dapat berjalan tanpa sinergi kuat antarperangkat daerah.

Dalam pernyataannya setelah menghadiri Paripurna HUT ke-26 Kutim di DPRD, Junaidi menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam menciptakan penduduk Kutai Timur yang sehat, produktif, dan sejahtera. Pada kelompok usia dewasa, program Sekolah Lansia menjadi prioritas untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

“Penduduk yang berkualitas itu tidak boleh menganggur atau stres. Sekolah Lansia dirancang agar para lansia tetap aktif, bangga, dan bahagia di usia mereka,” jelasnya.

Program Sekolah Lansia ini berjalan selama satu tahun dan melibatkan Dinas Pendidikan melalui PKBM dan lembaga kursus. Guru, pamong, hingga laboratorium keterampilan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif peserta.

Di sisi lain, upaya menurunkan prevalensi stunting yang masih di angka 26 persen dilakukan secara simultan melalui pemetaan keluarga berisiko berdasarkan data KRS. Jumlah keluarga risiko tinggi ditargetkan turun dari 19.000 menjadi 11.000 sesuai arahan peraturan daerah. Kecamatan dengan jumlah risiko tertinggi adalah Sangatta Utara dan Bengalon.

Intervensi dilakukan berdasarkan faktor “4T”: Terlalu Dekat, Terlalu Muda, Terlalu Banyak, dan Terlalu Tua. Tim pendamping keluarga diarahkan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya beralih ke KB modern agar keluarga dapat merencanakan kelahiran dengan aman.

Dalam pencegahan stunting, kolaborasi lintas sektor terlihat melalui integrasi program 1.000 Rumah Layak Huni (RLH) yang memastikan sanitasi layak bagi keluarga berisiko. Sementara itu, PDAM Kutim memberikan dukungan dengan menyediakan air bersih gratis bagi keluarga kurang mampu.

Melalui sinergi tersebut, DPPKB meyakini upaya peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat Kutim, baik lansia maupun keluarga muda, dapat dijalankan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan. (ADV)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Komisi D DPRD Kutim Dorong Program Dispora Komprehensif dan Berkelanjutan

Komisi D DPRD Kutim Dorong Program Dispora Komprehensif dan Berkelanjutan

DLH Kutim Keluhkan Pemotongan Anggaran, Komisi C Beri Tanggapan Positif

DLH Kutim Keluhkan Pemotongan Anggaran, Komisi C Beri Tanggapan Positif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved